Selasa, 07 Mei 2013

E-KTP juga tak boleh distaples, instansi pelanggar kena sanksi


MERDEKA.COM. Selain hanya bisa difotokopi sekali untuk keamanan chip, e-KTP juga tidak boleh distaples. Penegasan tersebut tertuang dalam surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 471.13/1826/SJ tentang e-KTP.

Surat edaran Mendagri yang ditandatangani Gamawan Fauziitu disampaikan kepada seluruh instansi penting di negara ini. Pada poin 2 berbunyi, Supaya tidak terjadi kesalahan fatal dalam penggunaan e-KTP, maka diminta kepada semua Menteri, kepala lembaga pemerintah non kementerian, kepala lembaga lainnya, kepala kepolisian RI, gubernur Bank Indonesia/para pimpinan bank, para gubenur, para bupati/wali kota, agar semua jajarannya khususnya unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahwa e-KTP tidak diperkenankan difotokopi, distaples dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP. Sebagai penggantinya dicatat "Nomor Induk Kependudukan (NIK)" dan "Nama Lengkap"

Pada poin 3 juga disebutkan, apabila masih terdapat unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, masih memfotokopi, menstaples dan perlakuan lainnya yg merusak fisik e-KTP, akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena sangat merugikan masyarakat, khususnya pemilik e-KTP.

Surat edaran itu juga ditembuskan kepada presiden, wapres, menko polhukam, menko perekonomian, menko kesra, kepala BPPT, kepala lembaga sandi negara, dan rektor ITB.

Namun menurut Jubir Kemendagri Reydonyzar Moenek, e-KTP tak mudah rusak. Apalagi kalau hanya kena sinar mesin fotokopi.

"Itu preventif saja. Kita sudah cek berkali-kali. e-KTP ini kuat, jatuh ke air juga tidak apa-apa. Bahannya juga tidak mudah patah. Beda dengan kartu kredit, itu kan mudah patah," ujarnya.
Sumber: Merdeka.com

Minggu, 05 Mei 2013

Budidaya Pepaya California,perhitungan biaya sampai panen


BUDIDAYA TANAMAN PEPAYA CALIFORNIA
( Jarak tanam 2.50 m x 2.50 m ; Jumlah tanaman / Ha 1521 pohon )
1.Pengolahan lahan
·Upah borong pembuatan lobang tanam 1521 lobang @ Rp 1000,-               Rp   1.521.000,-
·Upah borong pengurugan lobang tanam 1521 lobang @ Rp 500,-               Rp      760.500,-
·Upah borong pembuatan bedengan atau parit /Ha                                       Rp   1.200.000,-

2.Persiapan tanam
·Pembelian bibit 1521 Polybag @ Rp 2000                                                     Rp   3.042.000,-
·Pembelian pupuk kandang 1521 karung @ Rp 5000,-                                  Rp   7.605.000,-
·Upah borong penaburan pupuk kandang 1521 karung @ Rp 500                Rp      760.500,-
·Pembelian pupuk dasar NPK 400 Kg @ Rp 2000                                           Rp      800.000,-
·Upah tanam 40 H.K.W x Rp 8000                                                                 Rp      160.000,-
Jumlah biaya awal                                          Rp  16.169.000,-

3. Perawatan tanaman ( 3 bulan setelah tanam )
·Upah penyiangan 40 H.K.W x Rp 8000                                                        Rp       320.000,-
·Pembelian pupuk NPK ( 0,5 Kg /pohon ) 750 Kg  @ 2000                             Rp    1.500.000,-
·Upah menabur pupuk NPK 40 H.K.W @ 8000                                               Rp       320.000,-
 Jumlah biaya Untuk bulan ke              Rp    2.140.000,-

4. Perawatan tanaman ( 6 bulan setelah tanam )
·Upah penyiangan 40 H.K.W x Rp 8000                                                        Rp       320.000,-
·Pembelian pupuk NPK ( 0,5 Kg /pohon ) 750 Kg  @ 2000                             Rp    1.500.000,-
·Upah menabur pupuk NPK 40 H.K.W @ 8000                                               Rp       320.000,-
 Jumlah biaya Untuk bulan ke – 6        Rp    2.140.000,-

5. Perawatan tanaman ( 9 bulan setelah tanam )
·Upah penyiangan 40 H.K.W x Rp 8000                                                          Rp       320.000,-
·Pembelian pupuk NPK ( 0,5 Kg /pohon ) 750 Kg  @ 2000                               Rp    1.500.000,-
·Upah menabur pupuk NPK 40 H.K.W @ 8000                                                 Rp       320.000,-
 Jumlah biaya Untuk bulan ke – 9          Rp    2.140.000,-
 Total biaya sampai panen ( I )  Rp  21.828.500,-

6. Biaya perawatan tahun ke II
·Pembelian pupuk kandang 1521 karung @ Rp 5000                                       Rp    7.605.000,-
·Upah borong menabur pupuk kandang 1521 karung @ 500                           Rp       760.500,-
·Perawatan rutin ( lihat no 3 ) 4 Aplikasi x Rp 2.140.000                                 Rp    8.560.000,-
 Jumlah biaya tahun ke II                       Rp  16.925.500,-

7. Biaya perawatan tahun ke I
.Pembelian pupuk kandang 1521 karung @ Rp 5000                                        Rp    7.605.000,-
·Upah borong menabur pupuk kandang 1521 karung @ 500                           Rp       760.500,-
·Perawatan rutin ( lihat no 3 ) 4 Aplikasi x Rp 2.140.000                                 Rp    8.560.000,-
 Jumlah biaya tahun ke III                     Rp  16.925.500,-

8. Biaya penangulangan hama dan penyakit selama 36 bulan               Rp  18.936.000,-
                                             Total biaya s/d tahun ke III                    Rp 74.615.500,-
Produksi pepaya
   Tahun    I ( buah pertama )
               o         1 pohon = 30 Kg x 1521 pohon = 45.630 Kg x Rp 2.500          Rp 114.075.000,-
    Tahun II  ( buah kedua )
o         1 pohon = 20 Kg x 1521 pohon = 30.420 Kg x Rp 2.500             Rp   76.050.000,-
     Tahun III ( buah ketiga )
o         1 pohon = 15 Kg x 1521 pohon = 22.815 Kg x Rp 2.500              Rp   57.037.500,-
 JUMLAH                                                    Rp 247.162.500,-

Hasil panen                                           Rp  247.162.500,-
Modal                                                    Rp    74.615.500,-
Keuntungan                                          Rp  172.547.000,-

 Keterangan :
·Harga pupuk kandang / karung ( 60 Kg )                                  Rp      5.000,-
·Harga pupuk NPK ( ponska ) / Kg                                             Rp      2.000,-
·Harga Dithane ( Fungisida )  / Kg                                             Rp    75.000,-
·Harga Supracide ( Insectisida ) / Kg                                        Rp  220.000,- 
·Harga Gandasil ( Pupuk daun ) / 500 Gram                              Rp    28.000,-
·H.K.W ( Hari Kerja Wanita ) Kerja setengah hari                     Rp      8.000,-
·H.K.P   ( Hari Kerja Pria ) Kerja setengah hari                          Rp    25.000,-

 ·Untuk penanggulangan hama dan penyakit minimum 30 hari sekali ( setiap bulan )
·Perbulan dibutuhkan obat-obatan sbb;
o2 Kg Dithane @/ Kg Rp 75.000,-                                     Rp     150.000,-
o1 Kg Supracide                                                                 Rp     220.000,-
o2 Bungkus Gandasil @ /500 Gram Rp 28.000                  Rp       56.000,-
oUpah penyemprotan 4 H.K.P @ Rp 25.000                    Rp     100.000,-
                                                           JUMLAH          Rp     526.000,-
·Jumlah biaya yang dibutuhkan selama 3 tahun untuk penanggulangan hama dan penyakit
          36 Bulan x Rp 526.000,-        Rp    18.936.000,-

·Alat investasi yang dibutuhkan
o2 Buah HandSprayer Solo @ Rp 240.000                           Rp     480.000,-
o1 Buah garpu @ Rp 50.000                                                Rp       50.000,-
o1 Buah cangkul @ Rp 40.000                                             Rp       40.000,-
20 Buah kored ( alat untuk Menyiang ) @ Rp 10.000           Rp     200.000,-
                                                         JUMLAH              Rp     770.000,-
 Harga pepaya
 asumsi harga terendah
§          Disortir                    Rp 2.800,-/ Kg
§          Tanpa sortir             Rp 2.500,-/ Kg
§          Buah afkir                Rp 1.500,-/ Kg
 Buah Afkir :  -  Buah cacat / bengkok / bulat
                  -  Berat buah dibawah 0,6 Kg / Buah

Sabtu, 04 Mei 2013

Belajar Budidaya Pepaya California


Pepaya merupakan salah satu buah tropis yang populer dijadikan sebagai buah meja. Ada beragam jenis pepaya, salah satu yang terbaik adalah pepaya California. Jenis yang satu ini banyak dikebunkan karena memiliki banyak keunggulan. Buahnya tidak terlalu besar sehingga praktis saat dikonsumsi. Berat buahnya antara 0,8 sampai 2 kilogram per buahnya, kulit tebal dan agak lonjong. Buah ini saat matang cenderung berwarna kuning dengan rasa yang manis, tekstur yang kenyal dan daging yang tebal. Selain itu, buah pepaya jenis California ini juga memiliki ciri batang yang dekat dengan tanah alias pendek sehingga memudahkan saat dipanen. Semua alasan ini membuatbudidaya pepaya California semakin diminati di dunia termasuk di Indonesia. Tertarik?

Persyaratan Tumbuh 

Iklim

Jenis pepaya California termasuk pepaya dengan usia yang lebih pendek dibanding jenis lainnya. Meski demikian, pepaya ini sanggup hidup hingga 4 tahun dengan kemampuan produksi buah yang baik jika dirawat dengan baik. Pepaya California tumbuh optimal di area yang subur dengan tanah yang sedikit berpasir. Ia sanggup hidup di permukaan tanah dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Pepaya baiknya ditanam di lahan yang terbuka dan dilengkapi dengan sistem pengairan yang baik. Kelembaban tanah sebaiknya 6 sampai 7 pH dan suhu antara 25 sampai 30 derajat celcius. Curah hujan sebaiknya antara 1000 sampai 2000 mm per tahunnya. Jika ditanam pada area diluar persyaratan tadi, pepaya juga akan tumbuh tapi hasilnya kurang maksimal.


Bibit 

Dalam sistem budidaya pepaya California, sama seperti jenis pepaya lainnya, biasanya diperbanyak dengan cara generatif yakni dengan menggunakanbijinya. Sebaiknya soal bibit ini diusahakan sendiri dengan mengambil biji buah yang sengaja dibiarkan masak di atas pohon. Jika dianggap repot, biji atau benih pepaya California juga banyak dijual di toko pertanian. Setelah mendapatkan benih, terlebih dahulu harus disemaikan dengan cara direndam. Jangan pilih bibit yang mengambang sebab tak layak tanam. Bibit yang tenggelam kemudian diperam di dalam kertas Koran yang dibuat lembab kemudian simpan di tempat yang teduh hingga tumbuh tunas. Jika sudah terlihat tunasnya, pindahkan ke polybag untuk proses penyemaian. 
Budidaya Pepaya California 

Persiapan Lahan Tanam 

Setelah bibit tersedia, sebelum ditanam, tanah harus dipersiapkan terlebih dahulu. Persiapannya cukup sederhana. Lakukan pembersihan lahan terutama dari rumput dan gulma. Kemudian buatlah lubang tana dengan jarak dan ukuran 60 x 60 x 50 cm. Adapun soal jarak masing-masing lubang disesuaikan dengan jarak tanam pepaya. Untuk jenis California, jarak tanamnya adalah 2,5 m x 2,5 m bisa juga 2,5 x 2,75 m. Lubang tanam yang telah disiapkan dibiarkan kosong minimal selama 15 hari sebelum kemudian ditutup dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos.

Proses Penanaman

Dalam budidaya pepaya California, proses tanam dilakukan dengan hati-hati yakni memindahkan bibit yang telah disemaikan dari polybag menuju lubang tanam yang telah dipersiapkan. Bibit yang telah disemai selama 1, 5 bulan adalah bibit yang telah siap tanam. Sebaiknya, 1 hari sebelum penanaman, lahan diairi terlebih dahulu. Proses tanam harus dilakukan pada saat sore hari. Lakukan perlahan sebab tanah pada polybag tidak boleh hancur jika tidak, bibit akan layu dan mati.

Proses Pemeliharaan 

Proses penyulaman harus dilakukan sesegera mungkin apabila ada bibit yang mati karena penyakit tau hama. Atau apabila bibit yang menyimpang. Jadi, Anda harus mempunyai stok 25% bibit sulam dari jumlah total bibit yang ditanam. Proses pemeliharaan selanjutnya adalah pengairan. Pepaya menyukai air tetapi tidak tahan jika air menggenang sebab batangnya cepat busuk. Jadi sistem pengairannya harus tepat. Buat saluran drainase yang tidak membuat air mengepung pohon pisang. Misalnya dibuatkan parit di sekitar lubang tanam.

Proses pemeliharaan selanjutnya adalah pemupukan. Untuk hasil produksi yang optimal dan unggul, tentu pupuk diperlukan. Sebaiknya gunakan pupuk organik agar buah pepaya jauh lebih sehat untuk dikonsumsi. Pemupukan dimulai saat lubang tanam dipersiapkan dengan hitungan 40 kg pupuk organik per lubang tanam. Selanjutnya pemupukan dilakukan pada:
  1. Pemupukan setelah seminggu ditanam. Gunakan jenis pupuk NPK dengan hitungan 200 gram pupuk per pohonnya. 
  2. Saat tanaman memasuki usia 3 bulan, berikan pupuk NPK sebanyak 300 gram per pohonnya. 
  3. Memasuki usia 6 bulan, gunakan pupuk NPK sebanyak 500 gram per pohon dan ditambah dengan pupuk kandang sebanyak kurang lebih 40 kilogram per pohonnya. 
  4. Memasuki usia 9 bulan, berikan lagi pupuk NPK sebanyak 500 gram per pohonnya. 
  5. Di usia 12 bulan berikan pupuk NPK sebanyak 500 gram per pohonnya dan tambahkan 40 kilogram pupuk kandang.
  6. Setelah pohon berbuah, berikan pupuk KCI agar daya tahannya lebih kuat dan buahnya lebih manis. 

Hama Juga Penyakit 

Ada beberapa jenis hama yang biasa menyerang tanaman pepaya California. Antara lain hama kutu putih. Jenis hama yang satu ini bisa dikendalikan dengan menyemprotkan Regent, Bestox, Pestisida Akothion secara bergantian. Hama selanjutnya adalah Aphid dan juga tungu. Hama jenis ini menyerang dengan menghisap semua cairan yang ada pada daun muda pohon pepaya California. Pengendaliannya dengan disemprot pestisida curacron, mesurol dan akarisida.

Sementara itu, beberapa jenis penyakit yang ditakuti dalam budidaya pepaya California adalah Phytphora parasitica, P. Palmivora, juga Collectricum dan Pythium. Penyakit ini menyerang umumnya pada musim penghujan. Bagian yang diserang adalah daun, akar, batang bahkan buah. Pengendaliannya bisa dilakukan dengan cara penyemprotan seperti pada hama. Yang digunakan adalah larutan fungisida yang dicampur bersama air sebanyak 1 liter. Lakukan hingga sembuh.

Panen 

Dalam budidaya pepaya California, pemanenan dilakukan saat pohon berusia 8 sampai 9 bulan. Buah dipanen saat telah terlihat tanda matang yakni ada semburat berwarna kuning di bagian buah pepaya utamanya di ujung buah. Panen sebaiknya dilakukan dengan memotong bagian tangkai. Gunakan gunting pangkas dan bisa juga dengan pisau yang tajam. Panen dilakukan dengan periode wakti 10 hari sekali. Setelah buah pepaya dipanen, sebaiknya diletakkan di tempat yang terlindungi dari sinar matahari langusng dan diberi alas misalnya plastik.

Popular Posts

Kamis, 02 Mei 2013

BUDIDAYA IKAN NILA


BUDIDAYA IKAN NILA 


Peluang agribisnis perikanan kini banyak diburu masyarakat. Dari banyaknya komoditas perikanan di Indonesia, ikan nila dapat dikatakan memiliki prospek yang sangat besar. Sejak diperkenalkan tahun 1970, ikan ini terus berkembang dan semakin populer di masyarakat. Bahkan kepopuleran ikan nila dapat mengalahkan jenis ikan lain yang telah lebih dulu diperkenalkan di Indonesia.

Untuk memenuhi kebutuhan ikan nila, baik kebutuhan benih maupun kebutuhan ikan nila konsumsi, diperlukan pola pengembangan yang betul-betul terarah. Pola pengembangan tersebut meliputi beberapa subsistem budidaya ikan nila dari hulu sampai hilir. Hal ini ditujukan untuk mengurangi dampak negatif agar dapat dicapai target produksi optimal. Untuk itu diperlukan cara paling tepat guna mengatasi permasalahan budidaya ikan nila saat ini, yaitu :
  1. Sulitnya mendapatkan induk merupakan masalah utama dalam kegiatan budidaya ikan nila. Kondisi ini mengakibatkan jumlah benih ikan nila berkualitas tidak terpenuhi.
  2. Penyebaran ikan nila berkualitas tinggi harus diawasi dengan ketat agar tidak tercampur dengan ikan nila lain sehingga berpotensi menurunkan kualitas benih ikan nila.
  3. Dalam menciptakan sistem budidaya, perlu dibuat pola produksi yang terarah sesuai konsep agribisnis. Untuk itu diperlukan spesifikasi budidaya ikan nila mulai dari tahap pembenihan sampai pembesaran.


Subsistem Pembenihan

Pelaku pada subsistem ini memulai usaha dari pemeliharaan induk sampai menghasilkan benih tunggal kelamin jantan (monosex) berukuran 3-5 cm. Tujuan menghasilkan benih ikan nila monosex dikarenakan pada budidaya ikan nila, perkembangan ikan nila jantan dan ikan nila betina lebih cepat perkembangan ikan nila jantan. Pelaku pada subsistem ini harus betul-betul mampu menjaga kondisi dan kualitas induk ikan nila yang diberikan.

Subsistem Pendederan

Pelaku pada subsistem ini memulai usaha dari pemeliharaan benih ikan nila berukuran 3-5 cm sampai mencapai ukuran 8 – 10 cm atau 15 – 20 gr. Tanggung jawab pendeder adalah menjaga agar benih ikan nila berkualitas tinggi yang dihasilkan subsistem pembenihan tidak tercampur dengan ikan nila lain.

Subsistem Pembesaran

Pelaku pada subsistem ini memulai usaha dari pemeliharaan benih ikan nila ukuran 8 – 10 cm  sampai mencapai ukuran konsumsi, baik ukuran ikan nila konsumsi untuk pasar lokal, 200 – 250 gr, maupun ukuran ikan nila konsumsi untuk ekspor, di atas 500gr.

Subsistem Pengolahan Hasil dan Pemasaran

Pelaku pada subsistem ini mengolah hasil subsistem pembesaran mulai dari seleksi ukuran, pemfilletan, pengepakan, penyimpanan, dan pemasaran.

Subsistem Penunjang

Pelaku pada subsistem ini menyediakan sarana dan prasarana produksi yang dibutuhkan keempat subsistem di atas, baik memproduksi sarana dan prasarana produksi tersebut maupun sebagai penyalur.


MENGENAL IKAN NILA GIFT




Morfologi Ikan Nila Gift

Dilihat dari samping tubuh ikan nila memanjang dengan perbandingan panjang dan tinggi kurang lebih 2 : 1. Sementara perbandingan tinggi dan lebar kurang lebih 4 : 1. Ini menunjukan bahwa tubuh ikan nila gift lebih tebal dibanding ikan nila lokal. Tanda lainnya dari ikan nila gift adalah warna tubuhnya hitam agak keputihan, bagian bawah tutup insang berwarna putih. Sisik ikan nila gift besar, kasar, dan tersusun rapi. Sepertiga sisik bagian belakan menutupi sisik bagian depan. Tubuhnya memiliki garis linea lateralis yang terputus antara bagian atas dan bawahnya. Linea lateralis bagian atas pada ikan nila gift berbentuk memanjang mulai dari tutup insang hingga belakang sirip punggung. Sementara linea lateralis bagian bawah memanjang mulai dari bagian bawah sirip punggung hingga pangkal sirip ekor. Kepala ikan nila gift relatir kecil dengan mulut berada di ujung kepala. Mata ikan nila gift besar. Ikan nila gift memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung (dorsal fin), sirip dada (pectoral fin), sirip perut (venteral fin), sirip anus (anal fin) dan sirip ekor (caudal fin). Sirip punggung pada ikan nila gift memanjang mulai dari bagian atas tutup insang sampai bagian atas sirip ekor. Sirip dada dan sirip perut masing-masing ada sepasang berukuran kecil. Sirip anaus hanya ada satu dengan bentuk memanjang. Sirip ekor hanya ada satu dengan bentuk membulat.

Syarat Hidup Ikan Nila Gift

Ikan nila gift sangat toleran terhadap lingkungan hidupnya baik suhu, pH, maupun kadar garam. Itulah sebabnya ikan nila gift dapat dibudidayakan di berbagai lingkungan, baik air tawar maupun air payau, atau baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Ikan nila gift hidup pada kisaran suhu 14 – 38 derajat C. Namun suhu optimal untuk perkembangan ikan nila gift 25 – 30 derajat C. Ikan nila gift juga sangat toleran terhadap derajat keasaman, yaiitu pada kisaran pH air 5 – 11. pH optimal untuk perkembangan ikan nila gift adalah 7 – 8. Dengan proses adaptasi secara bertahap, ikan nila gift mampu hidup pada kadar garm 0 – 29 permil.

Kebiasaan Hidup Ikan Nila Gift

Ditinjau dari kebiasaan makannya ikan nila gift tergolong ikan omnivora, yaitu pemakan segala. Hal ini sangat menguntungkan petani karena mudah mencari pakan. Jenis makanan yang dibutuhkan tergantung umur ikan nila gift. Pada stadia larva makanan utamanya adalah alga bersel tunggal, seperti Crustacea kecil dan benthos. Setelah mencapai ukuran benih, ikan nila gift lebih menyukai zooplanton diantaranya adalah Rotifera sp., Moina sp., dan Daphnia sp. Namun tidak jarang benih ikan nila makan alga yang menempel pada bak. Bila dipelihara secara intensif di kolam atau karamba, benih ikan nila gift dapat diberi pakan tambahan dalam bentuk tepung dengan kandungan protein 25%.

Bila ditinjau dari kebiasaan berkembang biak, ikan nila gift bukan tergolong ikan musiman, karena mampu berkembang biak sepanjang tahun. Frekuensi pemijahan lebih banyak terjadi pada musim hujan dengan selang waktu 6 – 8 minggu. Namun dengan pemberian pakan cukup, selang waktu pemijahan ikan nila gift bisa lebih pendek, yaitu 4 minggu. Proses pemijahan hanya dimulai dengan pembuatan sarang oleh induk ikan nila jantan dan pembuahan telur. Sarang berupa lekukan di dasar kolam dengan diameter tergantung panjang tubuhnya. Biasanya diameter sarang berkisar 1,5 – 2 kali panjang tubuhnya dengan kedalaman 5 – 10 cm. Setelah pembuatan sarang dilanjutkan proses pemijahan yang berlangsung 50 – 60 detik dan dikeluarkan sebanyak 20 – 30 telur. Peristiwa ini berlangsung berkali-kali selama 20 – 60 menit dengan pasangan yang sama. Seekor induk ikan nila betina dengan berat 600 gr 2.000 – 3.000 telur dan dapat menetas sebanyak 800 – 1600 butir. Telur berdiameter 2,5 2,8 mm, berwarna kuning dan tenggelam tetapi tidak menempel. Ikan nila tergolong jenis mouth breeder, yaitu mengerami telur dalam mulutnya. Pengeraman ini dilakukan oleh induk ikan nila betina sejak dibuahi sampai menetas, yaitu selama 6-8 hari. Larva berukuran 4 – 6 mm akan diasuh oleh induk ikan nila betina di pinggir kolam. Bila ada bahaya induk ikan nila betina akan menyedot anaknya dan menyimpan dalam mulut.  Larva yang sudah kuat berenang berukuran 8 – 12 mm dan memiliki sifat menggerombol. Dalam perkembangbiakannya ikan nila gift bersifat poligami, yaitu satu induk ikan nila jantan dapat mengawini beberapa induk ikan nila betina. Induk ikan nila jantan yang sudah pernah memijah dapat mencari pasangannya yang lain. Tanda induk ikan nila jantan sudah siap memijah adalah tubuhnya tampak bercahaya dan bersifat agresif.


PEMBENIHAN – BUDIDAYA IKAN NILA



Benih merupakan faktor terpenting untuk mencapai keberhasilan budidaya ikan nila. Oleh sebab itu benih ikan nila harus tersedia dalam jumlah cukup serta berkualitas tinggi. Pembenihan ikan nila dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi sederhana sampai intensif.

Penyiapan Induk Ikan Nila

Keberhasilan usaha budidaya ikan nila subsektor pembenihan sangat dipengaruhi oleh keadaan dan kualitas induk ikan nila. Oleh sebab itu induk ikan nila yang digunakan harus diperoleh dari instansi perikanan atau pihak lain yang ditunjuk sebagai penyedia induk. Hal ini harus dilakukan agar keaslian dan kemurnian genetik dapat dipertahankan.

Ciri-ciri fisik induk jantan serta betina berkulitas baik adalah sehat, bentuk normal, tahan terhadap serangan penyakit dan perubahan lingkungan, sisik besar tertata rapi, kepala relatif lebih kecil, badan tebal, gerakan lincah, serta respon baik terhadap pakan tambahan.

Ikan nila gift mulai dipijahkan setelah berumur 5 – 6 bulan. Selang waktu pemijjahan berkisar 3 – 6 minggu. Masa produktif ikan nila gift sebagai induk berkisar antara 1,5 – 2 tahun. Bila sudah berumur dua tahun induk ikan nila harus segera diganti. Biasanya induk dengan umur lebih dari dua tahun sudah tidak produktif lagi. Bila tetap dipijahkan kualitas benih akan menurun.

Sebelum dipijahkan induk ikan nila jantan dan betina harus dipisahkan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan telur berkualitas baik, memudahkan penyeleksian induk yang sudah dan belum memijah serta menghindarkan terjadinya pemijahan liar. Pakan tambahan diberikan sebanyak 3% dari bobot total.

Pembenihan Sistem Ekstensif

Kolam pemijahan dibuat dengan bentuk persegi panjang. Dasar kolam terdiri dari tiga bagian, yaitu pelataran, kemalir, dan kobakan. Kobakan dibuat untuk memisahkan benih dengan induk ikan nila. Kobakan dibuat dua buah, satu untuk penampungan induk yang terletak di dekat pintu pengeluaran, dan satu untuk penampungan benih yang dibuat di depan kobakan penampungan induk. Kobakan penampungan induk dibuat dengan kedalaman 4 cm panjang dan lebar disesuaikan dengan jumlah induk yang dipelihara. Sementara kobakan untuk penampungan benih ikan nila dibuat dengan kedalaman 15 cm.

Pemupukan perlu dilakukan dengan dosis 300 – 400 g/m2 menggunakan pupuk kandang yang telah difermentasi. Pemupukan kolam bertujuan untuk menyediakan pakan alami larva ikan nila yang sudah menetas, sehingga akan diperoleh benih yang berkualitas baik. Kolam pemijahan diairi hingga mencapai ketinggian air 30 – 40 cm. Penebaran induk dilakukan dengan perbadindan 1 ekor jantan dan 3 ekor betina dengan kapadatan 1 ekor/m2. Pakan tambahan harus mengandung protein minimal 25% dan diberikan sebanyak 3% bobot induk setiap hari.

Panen dilakukan saat benih masih kecil yaitu benih berukuran 8-12 mm atau benih berukuran 2-3 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air perlahan hingga mencapai ketinggian tertentu. Biasanya induk akan masuk kemalir lalu tertampung dalam kobakan. Sementara larva akan mencari aliran air baru dan naik melalui kemalir kemudian larva akan tertampung dalam kobakan penampungan benih. Benih yang sudah tertampung dalam kobakan bisa diambil dengan hati-hati menggunakan jaring halus dan ditampung dalam hapa yang sudah disiapkan. Seleksi benih dilakukan dengan menggunakan ayakan yang diberi lubang sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Benih berukuran lebih kecil akan keluar melalui lobang tersebut.

Larva belum bisa langsung dipelihara dalam kolam pendederan, tetapi terlebih dahulu harus dipelihara dalam kolam pemeliharaan benih selama 3-4 minggu hingga benih ikan nila mencapai ukuran 3-5 cm. Kolam pemeliharaan benih harus dipersiapkan 5-7 hari sebelum panen larva. Pemupukan pada kolam pemeliharaan benih juga perlu dilakukan dengan dosis 300-400 g/m2. Penebaran dilakukan pada hari yang sama saat panen larva dengan padat penebaran 150-250 ekor/m2. Pemberian pakan tambahan menggunakan tepung pelet dengan kandungan protein minimal 25%. Untuk 100.000 ekor larva pemberian pakan per hari pada minggu I sebanyak 1 kg, minggu II sebanyak 1,5-2,5 kg, minggu III sebanyak 3-4 kg, minggu IV sebanyak 4,5-5,5 kg. Debit air yang masuk ke dalam kolam sebanyak 1-2 liter/detik.


PENDEDERAN – BUDIDAYA IKAN NILA



Pendederan dilakukan selama 6-8 minggu hingga benih mencapai ukuran 8-10 cm atau 15-20 gram. Agar pemeliharaan berhasil dengan baik, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain tempat pemeliharaan, ukuran benih, padat penebaran dan lama pemeliharaan. Tempat pemeliharaan sebaiknya dilakukan dipersawahan dan harus dipersiapkan sebaik-baiknya, meliputi penggaruan, pemupukan,, perbaikan pematang dll. Ukuran benih harus seragam, hal ini dimaksudkan untuk menghindari persaingan perebutan makanan. Padat penebaran harus disesuaikan dengan ukuran saat panen. Jangan sampai kolam terlalu padat saat benih mulai tumbuh berukuran lebih besar. Lama pemeliharaan tergantung pada permintaan ukuran benih setelah panen.

Penebaran benih dilakukan saat suhu masih rendah. Penebaran benih berukuran 3-5 cm dengan padat penebaran 2-50 ekor/m2. Pemberian pakan tambahan perlu dilakukan dengan menggunakan tepung pellet berkadar protein minimal 25%. Dosis pemberiannya 3-5% dari berat total perhari. Pengontrolan harus dilakukan terutama untuk mengantisipasi kebocoran kolam. Benih ikan nila sangat suka mengikuti arus air, sehingga apa bila terjadi kebocoran, bisa dipastikan banyak benih yang hilang.


PEMBESARAN – BUDIDAYA IKAN NILA



Pembesaran di Kolam

Pada dasarnya budidaya ikan nila pembesaran di kolam sama dengan budidaya ikan nila pendederan. Perbedaannya pada ukuran benih, padat penebaran, dan masa pemeliharaannya.

Penebaran dilakukan dengan menggunakan benih berukuran 8-10 cm atau 15-20 gr dengan padat penebaran 10-15 ekor/m2. Pakan tambahan mutlak diberikan setiap hari menggunakan pellet dengan ukuran disesuaikan pertumbuhan ikan nila. Pakan tambahan diberikan sebanyak 3-4% dari berat toral dengan kandungan protein minimal 25%. Masa pemeliharaan disesuaikan dengan permintaan pasar untuk ukuran ikan konsumsi. Masa pemeliharaan budidaya ikan nila pembesaran bisa mencapai 4-6 bulan. Bila kondisi selama budidaya baik, tingkat keberhasilan budidaya ikan nila pembesaran bisa mencapai 85%.

BUDIDAYA IKAN NILA


BUDIDAYA IKAN NILA 


Peluang agribisnis perikanan kini banyak diburu masyarakat. Dari banyaknya komoditas perikanan di Indonesia, ikan nila dapat dikatakan memiliki prospek yang sangat besar. Sejak diperkenalkan tahun 1970, ikan ini terus berkembang dan semakin populer di masyarakat. Bahkan kepopuleran ikan nila dapat mengalahkan jenis ikan lain yang telah lebih dulu diperkenalkan di Indonesia.

Untuk memenuhi kebutuhan ikan nila, baik kebutuhan benih maupun kebutuhan ikan nila konsumsi, diperlukan pola pengembangan yang betul-betul terarah. Pola pengembangan tersebut meliputi beberapa subsistem budidaya ikan nila dari hulu sampai hilir. Hal ini ditujukan untuk mengurangi dampak negatif agar dapat dicapai target produksi optimal. Untuk itu diperlukan cara paling tepat guna mengatasi permasalahan budidaya ikan nila saat ini, yaitu :
  1. Sulitnya mendapatkan induk merupakan masalah utama dalam kegiatan budidaya ikan nila. Kondisi ini mengakibatkan jumlah benih ikan nila berkualitas tidak terpenuhi.
  2. Penyebaran ikan nila berkualitas tinggi harus diawasi dengan ketat agar tidak tercampur dengan ikan nila lain sehingga berpotensi menurunkan kualitas benih ikan nila.
  3. Dalam menciptakan sistem budidaya, perlu dibuat pola produksi yang terarah sesuai konsep agribisnis. Untuk itu diperlukan spesifikasi budidaya ikan nila mulai dari tahap pembenihan sampai pembesaran.


Subsistem Pembenihan

Pelaku pada subsistem ini memulai usaha dari pemeliharaan induk sampai menghasilkan benih tunggal kelamin jantan (monosex) berukuran 3-5 cm. Tujuan menghasilkan benih ikan nila monosex dikarenakan pada budidaya ikan nila, perkembangan ikan nila jantan dan ikan nila betina lebih cepat perkembangan ikan nila jantan. Pelaku pada subsistem ini harus betul-betul mampu menjaga kondisi dan kualitas induk ikan nila yang diberikan.

Subsistem Pendederan

Pelaku pada subsistem ini memulai usaha dari pemeliharaan benih ikan nila berukuran 3-5 cm sampai mencapai ukuran 8 – 10 cm atau 15 – 20 gr. Tanggung jawab pendeder adalah menjaga agar benih ikan nila berkualitas tinggi yang dihasilkan subsistem pembenihan tidak tercampur dengan ikan nila lain.

Subsistem Pembesaran

Pelaku pada subsistem ini memulai usaha dari pemeliharaan benih ikan nila ukuran 8 – 10 cm  sampai mencapai ukuran konsumsi, baik ukuran ikan nila konsumsi untuk pasar lokal, 200 – 250 gr, maupun ukuran ikan nila konsumsi untuk ekspor, di atas 500gr.

Subsistem Pengolahan Hasil dan Pemasaran

Pelaku pada subsistem ini mengolah hasil subsistem pembesaran mulai dari seleksi ukuran, pemfilletan, pengepakan, penyimpanan, dan pemasaran.

Subsistem Penunjang

Pelaku pada subsistem ini menyediakan sarana dan prasarana produksi yang dibutuhkan keempat subsistem di atas, baik memproduksi sarana dan prasarana produksi tersebut maupun sebagai penyalur.


MENGENAL IKAN NILA GIFT




Morfologi Ikan Nila Gift

Dilihat dari samping tubuh ikan nila memanjang dengan perbandingan panjang dan tinggi kurang lebih 2 : 1. Sementara perbandingan tinggi dan lebar kurang lebih 4 : 1. Ini menunjukan bahwa tubuh ikan nila gift lebih tebal dibanding ikan nila lokal. Tanda lainnya dari ikan nila gift adalah warna tubuhnya hitam agak keputihan, bagian bawah tutup insang berwarna putih. Sisik ikan nila gift besar, kasar, dan tersusun rapi. Sepertiga sisik bagian belakan menutupi sisik bagian depan. Tubuhnya memiliki garis linea lateralis yang terputus antara bagian atas dan bawahnya. Linea lateralis bagian atas pada ikan nila gift berbentuk memanjang mulai dari tutup insang hingga belakang sirip punggung. Sementara linea lateralis bagian bawah memanjang mulai dari bagian bawah sirip punggung hingga pangkal sirip ekor. Kepala ikan nila gift relatir kecil dengan mulut berada di ujung kepala. Mata ikan nila gift besar. Ikan nila gift memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung (dorsal fin), sirip dada (pectoral fin), sirip perut (venteral fin), sirip anus (anal fin) dan sirip ekor (caudal fin). Sirip punggung pada ikan nila gift memanjang mulai dari bagian atas tutup insang sampai bagian atas sirip ekor. Sirip dada dan sirip perut masing-masing ada sepasang berukuran kecil. Sirip anaus hanya ada satu dengan bentuk memanjang. Sirip ekor hanya ada satu dengan bentuk membulat.

Syarat Hidup Ikan Nila Gift

Ikan nila gift sangat toleran terhadap lingkungan hidupnya baik suhu, pH, maupun kadar garam. Itulah sebabnya ikan nila gift dapat dibudidayakan di berbagai lingkungan, baik air tawar maupun air payau, atau baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Ikan nila gift hidup pada kisaran suhu 14 – 38 derajat C. Namun suhu optimal untuk perkembangan ikan nila gift 25 – 30 derajat C. Ikan nila gift juga sangat toleran terhadap derajat keasaman, yaiitu pada kisaran pH air 5 – 11. pH optimal untuk perkembangan ikan nila gift adalah 7 – 8. Dengan proses adaptasi secara bertahap, ikan nila gift mampu hidup pada kadar garm 0 – 29 permil.

Kebiasaan Hidup Ikan Nila Gift

Ditinjau dari kebiasaan makannya ikan nila gift tergolong ikan omnivora, yaitu pemakan segala. Hal ini sangat menguntungkan petani karena mudah mencari pakan. Jenis makanan yang dibutuhkan tergantung umur ikan nila gift. Pada stadia larva makanan utamanya adalah alga bersel tunggal, seperti Crustacea kecil dan benthos. Setelah mencapai ukuran benih, ikan nila gift lebih menyukai zooplanton diantaranya adalah Rotifera sp., Moina sp., dan Daphnia sp. Namun tidak jarang benih ikan nila makan alga yang menempel pada bak. Bila dipelihara secara intensif di kolam atau karamba, benih ikan nila gift dapat diberi pakan tambahan dalam bentuk tepung dengan kandungan protein 25%.

Bila ditinjau dari kebiasaan berkembang biak, ikan nila gift bukan tergolong ikan musiman, karena mampu berkembang biak sepanjang tahun. Frekuensi pemijahan lebih banyak terjadi pada musim hujan dengan selang waktu 6 – 8 minggu. Namun dengan pemberian pakan cukup, selang waktu pemijahan ikan nila gift bisa lebih pendek, yaitu 4 minggu. Proses pemijahan hanya dimulai dengan pembuatan sarang oleh induk ikan nila jantan dan pembuahan telur. Sarang berupa lekukan di dasar kolam dengan diameter tergantung panjang tubuhnya. Biasanya diameter sarang berkisar 1,5 – 2 kali panjang tubuhnya dengan kedalaman 5 – 10 cm. Setelah pembuatan sarang dilanjutkan proses pemijahan yang berlangsung 50 – 60 detik dan dikeluarkan sebanyak 20 – 30 telur. Peristiwa ini berlangsung berkali-kali selama 20 – 60 menit dengan pasangan yang sama. Seekor induk ikan nila betina dengan berat 600 gr 2.000 – 3.000 telur dan dapat menetas sebanyak 800 – 1600 butir. Telur berdiameter 2,5 2,8 mm, berwarna kuning dan tenggelam tetapi tidak menempel. Ikan nila tergolong jenis mouth breeder, yaitu mengerami telur dalam mulutnya. Pengeraman ini dilakukan oleh induk ikan nila betina sejak dibuahi sampai menetas, yaitu selama 6-8 hari. Larva berukuran 4 – 6 mm akan diasuh oleh induk ikan nila betina di pinggir kolam. Bila ada bahaya induk ikan nila betina akan menyedot anaknya dan menyimpan dalam mulut.  Larva yang sudah kuat berenang berukuran 8 – 12 mm dan memiliki sifat menggerombol. Dalam perkembangbiakannya ikan nila gift bersifat poligami, yaitu satu induk ikan nila jantan dapat mengawini beberapa induk ikan nila betina. Induk ikan nila jantan yang sudah pernah memijah dapat mencari pasangannya yang lain. Tanda induk ikan nila jantan sudah siap memijah adalah tubuhnya tampak bercahaya dan bersifat agresif.


PEMBENIHAN – BUDIDAYA IKAN NILA



Benih merupakan faktor terpenting untuk mencapai keberhasilan budidaya ikan nila. Oleh sebab itu benih ikan nila harus tersedia dalam jumlah cukup serta berkualitas tinggi. Pembenihan ikan nila dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi sederhana sampai intensif.

Penyiapan Induk Ikan Nila

Keberhasilan usaha budidaya ikan nila subsektor pembenihan sangat dipengaruhi oleh keadaan dan kualitas induk ikan nila. Oleh sebab itu induk ikan nila yang digunakan harus diperoleh dari instansi perikanan atau pihak lain yang ditunjuk sebagai penyedia induk. Hal ini harus dilakukan agar keaslian dan kemurnian genetik dapat dipertahankan.

Ciri-ciri fisik induk jantan serta betina berkulitas baik adalah sehat, bentuk normal, tahan terhadap serangan penyakit dan perubahan lingkungan, sisik besar tertata rapi, kepala relatif lebih kecil, badan tebal, gerakan lincah, serta respon baik terhadap pakan tambahan.

Ikan nila gift mulai dipijahkan setelah berumur 5 – 6 bulan. Selang waktu pemijjahan berkisar 3 – 6 minggu. Masa produktif ikan nila gift sebagai induk berkisar antara 1,5 – 2 tahun. Bila sudah berumur dua tahun induk ikan nila harus segera diganti. Biasanya induk dengan umur lebih dari dua tahun sudah tidak produktif lagi. Bila tetap dipijahkan kualitas benih akan menurun.

Sebelum dipijahkan induk ikan nila jantan dan betina harus dipisahkan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan telur berkualitas baik, memudahkan penyeleksian induk yang sudah dan belum memijah serta menghindarkan terjadinya pemijahan liar. Pakan tambahan diberikan sebanyak 3% dari bobot total.

Pembenihan Sistem Ekstensif

Kolam pemijahan dibuat dengan bentuk persegi panjang. Dasar kolam terdiri dari tiga bagian, yaitu pelataran, kemalir, dan kobakan. Kobakan dibuat untuk memisahkan benih dengan induk ikan nila. Kobakan dibuat dua buah, satu untuk penampungan induk yang terletak di dekat pintu pengeluaran, dan satu untuk penampungan benih yang dibuat di depan kobakan penampungan induk. Kobakan penampungan induk dibuat dengan kedalaman 4 cm panjang dan lebar disesuaikan dengan jumlah induk yang dipelihara. Sementara kobakan untuk penampungan benih ikan nila dibuat dengan kedalaman 15 cm.

Pemupukan perlu dilakukan dengan dosis 300 – 400 g/m2 menggunakan pupuk kandang yang telah difermentasi. Pemupukan kolam bertujuan untuk menyediakan pakan alami larva ikan nila yang sudah menetas, sehingga akan diperoleh benih yang berkualitas baik. Kolam pemijahan diairi hingga mencapai ketinggian air 30 – 40 cm. Penebaran induk dilakukan dengan perbadindan 1 ekor jantan dan 3 ekor betina dengan kapadatan 1 ekor/m2. Pakan tambahan harus mengandung protein minimal 25% dan diberikan sebanyak 3% bobot induk setiap hari.

Panen dilakukan saat benih masih kecil yaitu benih berukuran 8-12 mm atau benih berukuran 2-3 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air perlahan hingga mencapai ketinggian tertentu. Biasanya induk akan masuk kemalir lalu tertampung dalam kobakan. Sementara larva akan mencari aliran air baru dan naik melalui kemalir kemudian larva akan tertampung dalam kobakan penampungan benih. Benih yang sudah tertampung dalam kobakan bisa diambil dengan hati-hati menggunakan jaring halus dan ditampung dalam hapa yang sudah disiapkan. Seleksi benih dilakukan dengan menggunakan ayakan yang diberi lubang sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Benih berukuran lebih kecil akan keluar melalui lobang tersebut.

Larva belum bisa langsung dipelihara dalam kolam pendederan, tetapi terlebih dahulu harus dipelihara dalam kolam pemeliharaan benih selama 3-4 minggu hingga benih ikan nila mencapai ukuran 3-5 cm. Kolam pemeliharaan benih harus dipersiapkan 5-7 hari sebelum panen larva. Pemupukan pada kolam pemeliharaan benih juga perlu dilakukan dengan dosis 300-400 g/m2. Penebaran dilakukan pada hari yang sama saat panen larva dengan padat penebaran 150-250 ekor/m2. Pemberian pakan tambahan menggunakan tepung pelet dengan kandungan protein minimal 25%. Untuk 100.000 ekor larva pemberian pakan per hari pada minggu I sebanyak 1 kg, minggu II sebanyak 1,5-2,5 kg, minggu III sebanyak 3-4 kg, minggu IV sebanyak 4,5-5,5 kg. Debit air yang masuk ke dalam kolam sebanyak 1-2 liter/detik.


PENDEDERAN – BUDIDAYA IKAN NILA



Pendederan dilakukan selama 6-8 minggu hingga benih mencapai ukuran 8-10 cm atau 15-20 gram. Agar pemeliharaan berhasil dengan baik, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain tempat pemeliharaan, ukuran benih, padat penebaran dan lama pemeliharaan. Tempat pemeliharaan sebaiknya dilakukan dipersawahan dan harus dipersiapkan sebaik-baiknya, meliputi penggaruan, pemupukan,, perbaikan pematang dll. Ukuran benih harus seragam, hal ini dimaksudkan untuk menghindari persaingan perebutan makanan. Padat penebaran harus disesuaikan dengan ukuran saat panen. Jangan sampai kolam terlalu padat saat benih mulai tumbuh berukuran lebih besar. Lama pemeliharaan tergantung pada permintaan ukuran benih setelah panen.

Penebaran benih dilakukan saat suhu masih rendah. Penebaran benih berukuran 3-5 cm dengan padat penebaran 2-50 ekor/m2. Pemberian pakan tambahan perlu dilakukan dengan menggunakan tepung pellet berkadar protein minimal 25%. Dosis pemberiannya 3-5% dari berat total perhari. Pengontrolan harus dilakukan terutama untuk mengantisipasi kebocoran kolam. Benih ikan nila sangat suka mengikuti arus air, sehingga apa bila terjadi kebocoran, bisa dipastikan banyak benih yang hilang.


PEMBESARAN – BUDIDAYA IKAN NILA



Pembesaran di Kolam

Pada dasarnya budidaya ikan nila pembesaran di kolam sama dengan budidaya ikan nila pendederan. Perbedaannya pada ukuran benih, padat penebaran, dan masa pemeliharaannya.

Penebaran dilakukan dengan menggunakan benih berukuran 8-10 cm atau 15-20 gr dengan padat penebaran 10-15 ekor/m2. Pakan tambahan mutlak diberikan setiap hari menggunakan pellet dengan ukuran disesuaikan pertumbuhan ikan nila. Pakan tambahan diberikan sebanyak 3-4% dari berat toral dengan kandungan protein minimal 25%. Masa pemeliharaan disesuaikan dengan permintaan pasar untuk ukuran ikan konsumsi. Masa pemeliharaan budidaya ikan nila pembesaran bisa mencapai 4-6 bulan. Bila kondisi selama budidaya baik, tingkat keberhasilan budidaya ikan nila pembesaran bisa mencapai 85%.