Selasa, 09 April 2013

Membuat Pestisida Organik


Membuat Pestisida Organik


Dengan semakin mahalnya bisaya pestisida, maka kita petani kita mulai melirik pestisida organic. Disamping harganya murah, bahan-bahannya banyak tersedia di sekitar kita. Namun sayangnya kita enggan untuk membuatnya, karena umumnya kita tidak tahu bagaimana cara membuatnya.
gb.gadung
Pestisida adalah zat pengendali hama (seperti: ulat, wereng dan kepik). Pestisida Organik: adalah pengendali hama yang dibuat dengan memanfaatkan zat racun dari gadung dan tembakau. Karena bahan-bahan ini mudah didapat oleh petani, maka pestisida organik dapat dibuat sendiri oleh petani sehingga menekan biaya produksi dan akrab dengan lingkungan. 
Penggunaan pestisida organik juga harus dilakukan dengan hati-hati dan dengan kesabaran serta ketelitian. Banyaknya pestisida organik yang disemprotkan ke tanaman harus disesuaikan dengan hama. Waktu penyemprotan juga harus diperhatikan petani sesuai dengan siklus perkembangan hama. Pestisida organik dapat menjamin keamanan ekosistem. Dengan pestisida organik hama hanya terusir dari tanaman petani tanpa membunuh. Selain itu penggunaan pestisida organik dapat mencegah lahan pertanian menjadi keras dan menghindari ketergantungan pada pestisida kimia.
Untuk pencegahan adanya hama, penyemprotan dapat dilakukan secara periodik pada tanaman sayuran. Sebaiknya dalam waktu satu minggu sekali atau disesuaikan dengan ada tidaknya hama karena hama selalu berpindah.

Bahan baku Pestisida organik dapat diperoleh dari biji mahoni, kunyit, jahe, serai dan cabe. Pembuatannya dengan dihaluskan, diberi air, diperas dan disaring . Untuk cabe saat penyemprotan harus hati-hati jangan sampai berbalik arah mengenai manusia.

Pestisida dari mahoni untuk mengatasi hama tanaman terong dan pare. Kunyit, jahe, serai untuk mengatasi jamur tanaman dan buah. Cabe untuk mengatasi semua jenis hama kecuali hama di dalam tanah.

Selain dengan pestisida organik buatan, pengusiran hama lalat buah juga dapat dilakukan dengan pengalihan perhatian hama pada warna-warna yang disukainya. Caranya dengan memasang warna tertentu yang bisa menarik lalat buah di sekitar tanaman. Pertanian secara tumpang sari juga bisa menjadi alternatif mengurangi hama tanaman tertentu.  Berikut beberapa cara untuk membuat pestisida organik yang dapat dibuat sendiri:
Membuat Pestisida Organik untuk Hama dan penyakit tanaman 
Bahan dan Alat:
2 kg gadung.
1 kg tembakau.
2 ons terasi.
¼ kg jaringao (dringo).
4 liter air.
1 sendok makan minyak kelapa.
Parutan kelapa.
Saringan kelapa (kain tipis).
Ember plastik.
Nampan plastik.

Cara Pembuatan:
Minyak kelapa dioleskan pada kulit tangan dan kaki (sebagai perisai dari getah gadung).
Gadung dikupas kulitnya dan diparut.
Tembakau digodok atau dapat juga direndam dengan 3 liter air panas
Jaringao ditumbuk kemudian direndam dengan ½ liter air panas
Tembakau, jaringao, dan terasi direndam sendiri-sendiri selama 24 jam. Kemudian
dilakukan penyaringan satu per satu dan dijadikan satu wadah sehingga hasil
perasan ramuan tersebut menjadi 5 liter larutan.

Dosis:
1 gelas larutan dicampur 5-10 liter air.
2 gelas larutan dicampur 10-14 liter air.

Kegunaan:
Dapat menekan populasi serangan hama dan penyakit.
Dapat menolak hama dan penyakit.
Dapat mengundang makanan tambahan musuh alami.

Sasaran :
Wereng Batang Coklat, Lembing Batu, Ulat Grayak, Ulat Hama Putih Palsu

1. Pestisida Organik NIKURAK (mahoni, tembakau dan daun jarak)
a. Bahan-bahan1. Biji mahoni : 300 gram
2. Tembakau : 100 gram
3. Daun jarak : 1 kg
4. Air : 6 ltr
b. Cara membuatnya
1. Biji mahoni digiling/ditumbuk halus.
2. Daun jarak dan tembakau direbus dengan air sampai mendidih, angkat dan dinginkan. Campurkan mahoni yang sudah ditumbuk halus aduk hingga rata, kemudian diamkan selama 24 jam, lalu saring.
3. Jika larutan pestisida organik ingin disimpan, maka pencampuran dilakukan pada saat akan digunakan.
c. Dosis :30 cc larutan pestisida organik ini bias digunakan untuk satu tangki sprayer (+/- 15 liter).
Semprotkan ke lahan yang terkena hama pada waktu pagi atau sore hari. Ulangi tiap 4 hari sekali.

d. Sasaran OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)Ulat grayak : pada tanaman bawang merah, bawang putih, kedelai, jagung, kacang tanah, kacang panjang, kubis dan sawi
Ulat penggulung daun dan perusak daun pada tanaman padi.

e. Hasil pencapaian1. Pestisida Organik NIKORAK bersifat racun kontak, dan hama yang terkena secara langsung , tingka kematiannya tinggi.
2. Populasi hama turun drastic dan timbulnya lama
3. Keluhan sampingan tidak ditemui, pada waktu setelah penyemprotan.


2. GACASI (gadung, cabe merah dan daun sirih)
a. Bahan-bahan1. Gadung : 4 kg
2. Cabai merah : 2 on
3. Daunsirih : 2 kg
4. Air : 15 ltr

b. Cara membuatnya1. Gadung, cabai dan daun sirih digiling halus dan campurkan dengan rata
2. Tambahkan air, aduk sampai rata dan disaring, air ramuan merupakan induk pestisida.

c. Penggunaan14 liter air dicampur dengan pestisida 250 cc (1 gelas), semprotkan ke lahan pada waktu pagi/sore hari, ulangi 4-5 hari sekali.

d. Sasaran OPTPenggerek batang, wereng, walang sangit, thrip, aphia, serangga kecil lainnya.

Dampak Positif & Negatif bahan kimia


Dampak Positif & Negatif bahan kimia

apakah dampak negatif dari obat kimia :
1. obat kimia dapat merusak tanah kita
2. tanaman yang menggunakan bahan kimia apabila di konsumsi dapat merusak tubuh kita
3. ketika kita menyemprotkan obat kimia kita terkena dampak negatif dari obat kimia


Dampak positif dari obat kimia :
1. untuk membantu obat organik menambah nutrisi pada tanaman
2. untuk menghilangkan hama yang mungkin sangat bandel sehingga kita tidak bisa menggunakan obat organik

PEMBUATAN PESTISIDA ORGANIK UNTUK TANAMAN PADI


PEMBUATAN PESTISIDA ORGANIK UNTUK TANAMAN PADI


Salah satu cara pengendaslian hama dan penyakit tanaman padi yang dibudidayakan secara organik adalah penggunaan pestisida organik. Aplikasi pestisida organik dalam budidaya padi organik sama pentingnya dengan penggunaan pestisida kimia.

Pestisida organik merupakan pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan maupun hewan. Pestisida organik relatif mudah dibuat dengan penggunaan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.

Ada ribuan jenis tumbuhan yang dilaporkan mengandung bahan pestisida organik, bila seluruh potensi tersebut sudah dimanfaatkan, betapa kayanya petani akan pestisida nabati yang mudah didapatkan dan ramah lingkungan

Tabel beberapa jenis tumbuhan penghasil pestisida nabati untuk pengendalian hama penyakit padi

Jenis Tumbuhan
Bagian Tumbuhan
Hama Penyakit yang Dikendalikan
Bawang Putih

Jeringau
Paitan
Tembakau
Sirsak
Sere
Mimba
Mindi
Lengkuas
Gadung KB
Gadung Racun
Kunyit
Bawang Merah
Cabai Merah
Cengkih
Umbi

Rimpang
Seluruh tanaman
Daun
Daun
Daun
Daun dan biji
Daun dan biji
Umbi
Umbi
Umbi
Rimpang
Umbi
Buah
Daun
Berbagai jenis wereng dan penyakit karena jamur
Berbagai jenis wereng
Berbagai jenis wereng
Berbagai jenis wereng
Berbagai jenis wereng
Walang sangit, ganjur dan penggerak batang
Walang sangit, ganjur dan penggerak batang
Walang sangit, ganjur dan penggerak batang
Walang sangit, ganjur dan penggerak batang
Tikus
Tikus
Berbagai penyakit karena jamur
Berbagai penyakit karena jamur
Berbagai penyakit karena jamur
Berbagai penyakit karena jamur

Beberapa contoh pembuatan ramuan pestisida organik.

1.   Ramuan  (untuk hama wereng)

      a.   Bahan :
            Daun sirsak 1 genggam
            Rimpang jeringan 1 gengam
            Bawang putih 20 siung
            Sabun colek 20 gr
            Air 20 liter
      b.   Cara pembuatan :
            Daun sirsak, rimpang jeringau dan bawang putih ditumbuk sampai halus, lalu campurkan dengan sabun colek. Campuran tersebut direndam dalam 20 liter air selama dua hari. Setelah itu, larutan disaring dengan kain halus.
      c.   Cara pengaplikasian :
            Setiap 1 liter air saringan diencerkan dalam 15 liter air, lalu disemprotkan merata ke bagian bawah tanaman padi.




2.   Ramuan  (untuk hama walang sangir, penggerek batang dan ganjur)

      a.   Bahan :
            Daun mimba 1 kg
            Daun mindi 1 kg
            Sereh 2 batang
            Bawang putih 10 siung
            Bawang merah 10 siung
            Jahe 1 jari jempol
            Kunyit 1 jari jempol
            Kencur 1 jari jempol
            Alkohol 100 cc
            Cuka 100 cc
            Air cucian beras 1 liter
      b.   Cara pembuatan :
            Daun mimba, daun mindi, bawang putih, bawang merah, jahe, kencur, kunyit, dan sereh ditumbuk hingga halus. Hasil tumbukan bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam air cucian beras yang sudah dicampur dengan alkohal dan cuka. Campuran tersebut dibiarkan selama dua minggu, setelah itu, airnya disaring.
      c.   Cara pengaplikasian :
            Setiap 0,25 liter cairan rendaman dicampur dengan 10 liter air, lalu disemprotkan ke tanaman padi.

Cara Sederhana Membasmi Hama


Cara Sederhana Membasmi Hama

Ramuan Tembakau Mengatasi Serangan Ulat

PENGGUNAAN bahan alami untuk mengatasi serangan berbagai hama mempunyai berbagai kelebihan. Selain hama akan kabur, tanahnya juga menjadi subur. Di samping ramuan daun johar dan daun mimba untuk mengusir wereng, petani pun bisa menggunakan tembakau untuk mengatasi berbagai hama.

Petani hanya perlu mengingat bahan-bahan yang harus dicampurkan dengan tembakau, agar obat hama alami dari bahan tembakau bisa tepat sasaran. Biasanya, campuran menggunakan empon-empon atau daun-daunan yang diramu dengan takaran tertentu.

Misalnya, ramuan yang terbuat dari 50 lembar daun sirsak dicampur dengan segenggam tembakau berkualitas jelek, bisa digunakan untuk membasmi ulat dan belalang.

Cara membuatnya sangat sederhana. Kedua bahan itu ditumbuk sampai lumat kemudian direndam dalam seliter air selam 24 jam. Hasil rendaman disaring dan dicampur dengan 14 liter air sebelum digunakan untuk menyemprot padi.

''Penggunaan bioinsektisida ini sangat mudah dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Sebab bahan-bahan yang digunakan dapat dengan mudah diurai oleh bakteri dalam tanah,'' ujar Dwi Tavip Wiyono kepada petani peserta pelatihan sisem intensifikasi padi dan pengenalan obat hama alami (bioinsektisida) di Balai Desa Pundungan, Kecamatan Juwiring.

Dia memperkenalkan berbagai ramuan bioensektisida dengan bahan tembakau. Selain diramu dengan daun sirsak, tembakau yang diramu dengan laos dan gambir juga bisa untuk membasmi ulat grayak. Caranya, satu ons laos, satu kilogram tembakau, dan lima biji gambir ditumbuk halus dan ditambah 10 gelas air.

Difermentasikan

Campuran itu kemudian difermentasikan dengan 250 cc EM4. Setelah itu, larutan tersebut dapat digunakan untuk menyemprot hama ulat grayak dengan perbandingan satu gelas larutan dicampur 10 liter air. Dengan dua tiga kali semprot, ulat dapat diatasi.

Selain memerangi ulat, tembakau juga dapat digunakan untuk membasmi wereng dan walang sangit. Caranya juga sangat sederhana. Satu kilogram tembakau ditambah dua kilogram gadung, satu kilogram jengkol, satu liter EM4, dua liter air, dan satu ons gula.

Semua bahan itu dilumatkan dan difermentasikan tiga hari. Cara penggunaan, campuran dilarutkan dalam air dengan perbandingan 2 cc larutan dicampur satu liter air, kemudian disemprotkan ke lahan padi yang terserang walang sangit atau wereng.

''Tembakau yang dicampur dengan delingo dan bengle atau tembakau dicampur daun sirih dan daun jarak juga bisa digunakan untuk mengatasi walang sangit,'' ujar Dwi Tavip.

Campuran pertama terdiri atas satu ons delingo dan satu ons bengle direndam dalam satu liter air semalam. Kemudian segenggam tembakau direndam dalam satu liter air semalam. Kedua rendaman dicampur dan disaring. Setiap dua liter rendaman dapat digunakan untuk menyemprot seperempat hektare lahan.

Campuran kedua terdiri atas satu ons daun sirih, satu ons daun jarak, dan satu ons daun tembakau ditumbuk halus dan direndam dengan tiga liter air. Setelah itu, disaring dan dapat digunakan untuk menyemprot lahan setelah diencerkan dengan air, tiap liter air ditambahkan 3 cc larutan.

Petani yang sudah terbiasa menggunakan pestisida buatan pabrik itu tertarik dengan ramuan sederhana yang diperkenalkan. Mereka bisa mendapatkan resep ramuan yang difotokopi untuk memudahkan mengingat bahan-bahan campuran.

''Sebenarnya masih banyak resep obat pembasmi hama dari bahan-bahan yang bisa diperoleh dengan mudah di sekitar kita. Tak hanya untuk membasmi hama tapi juga dapat diramu dengan fungisida untuk mengatasi jamur,''

Bioinsektisida, pengendali hama yang ramah lingkungan

Serangan hama merupakan salah satu faktor pembatas untuk peningkatkan produksi pertanian yang dalam kasus ini adalah pemeliharaan anggrek. Untuk megendalikan hama seringkali digunakan pestisida kimia dengan dosis yang berlebih. Padahal akumulasi senyawa-senyawa kimia berbahaya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan manusia. Ditengah maraknya budidaya pertanian organik, maka upaya pengendalian hama yang aman bagi produsen/petani dan konsumen serta menguntungkan petani, menjadi prioritas utama. Salah satu alternatif pengendalian adalah pemanfaatan jamur penyebab penyakit pada serangga (bioinsectisida), yaitu jamur patogen serangga Beauveria bassiana.
Jamur Beauveria bassiana adalah jamur mikroskopik dengan tubuh berbentuk benang-benang halus (hifa). Kemudian hifa-hifa tadi membentuk koloni yang disebut miselia. Jamur ini tidak dapat memproduksi makanannya sendiri, oleh karena itu ia bersifat parasit terhadap serangga inangnya.

Cara Mengusir Bekicot dari Tanaman


Cara Mengusir Bekicot dari Tanaman

By 

Musim hujan jadi musim favorit buat bekicot. Jangan heran kalau banyak bekicot menempel di dinding atau batang tanaman.
Bekicot menjadi masalah ketika memasuki taman dan merusak tanaman. Melihatnya menempel di dinding juga kerap membuat jijik.
Bekicot menyukai tempat-tempat lembap, itu sebabnya pada musim hujan, bekicot bermunculan. Selain itu, pada musim hujan pula bekicot berkembang biak pesat. Untuk membasminya, kalau mau cepat, bisa gunakan pestisida. Tapi, kalau tidak mau menggunakan bahan kimia, ada beberapa cara alami yang bisa dicoba:
Buat larutan air dan garam. Percikkan larutan air garam tadi ke badan bekicot, hingga bekicot mati. Lakukan hal ini berulang-ulang, selama beberapa hari, sampai bekicot kapok dan enggan kembali lagi.
Manfaatkan aroma bawang putih. Tanam bawang putih di halaman atau taman, prioritaskan area-area lembap, yang kerap jadi tempat berkumpulnya bekicot. Kalau tak mau repot menanam bawang putih, buat larutan air rendaman bawang putih. Percikkan larutan tadi ke tanah atau dinding. Aroma tajam bawang putih membuat bekicot enggan mendekat.
Kalau mau repot sedikit, Anda bisa mengambil bekicot dan membuangnya satu per satu. Sama seperti cara pertama, “panen” bekicot ini harus dilakukan berulang-ulang, hingga taman bersih dari bekicot. Hasil panen ini pun dapat bermanfaat. Bekicot dapat dibuat kripik, atau kalau pun enggan bekicot dapat dikumpulkan untuk menjadi makanan ternak.