Minggu, 04 Desember 2016

Pestisida sederhana buat MealyBug (Kutu kebul) dan kupu putih

Pestisida sederhana buat MealyBug (Kutu kebul) dan kupu putih

Bahan:
1. Isopropil alkohol (IPA) grade "teknis" bukan "pro analis" 500 ml, beli di toko kimia terdekat. (harga sekitar 75rb untuk 500mL)
2. Detergent bubuk 10 gram, bisa menggunakan merk dagang apa saja.
3. Air bersih 500 ml.

Cara:
1. Siapkan botol 1 liter
2. Masukkan Alkohol sebanyak 500 mL ke botol 1 liter.
3. Siapkan wadah di isi air bersih 500 mL dan masukkan Detergen 10 gram, lalu aduk sampai merata.
4. Tuangkan hasil adukan Detergen ke Botol 1 Liter yang berisi Alkohol.
5. Siap dipakai dengan di masukkan ke Sprayer.

Hasilnya lumayan bagus,
tapi, semut yg terkena ramuan ini juga ikut mati.
Selamat mencoba!

PERINGATAN!
Meskipun sangat efektif membasmi mealybug, ternyata ramuan ini kurang bagus untuk tanaman tin (Ficus carica) karena bisa menyebabkan nekrosis jaringan yg terkena (burning tip/gosong)
Hasil bagus diterapkan pada tanaman jeruk lemon (Citrus limon)


FotoFotoFotoFotoFotoFotoFotoFoto
Pestisida Sederhana dengan Detergent dan Alkohol
8 Foto - Lihat album

Sistem Semai di Baki dengan AutoPot Botol/Hidroponik

Sistem Semai di Baki dengan AutoPot Botol.


   Kali ini saya menulis cara semai di Baki dengan sistem pengairan otomatis dengan menggunakan Botol plastik.
Sistem ini meniru cara kerja Tempat Air Minum buat Ayam.
Dengan cara melubangi di bawah Botol, maka Air akan keluar ke dalam Baki sampai ketinggian tertentu, setelah itu akan berhenti mengalir.
Jika air di Baki berkurang karena penguapan atau di serap sama tanaman yang di semai,
Maka secara otomatis Air akan keluar dari Botol menuju ke Baki lewat lubang di bawah nya.

  Botol harus di tutupi agar Air di dalam botol tidak di tumbuhi lumut, atau Alga.
Bisa di tutup dengan Kresek seperti yang saya lakukan, atau kalau mau tampak lebih bagus,
bisa di cat dengan warna cerah, misal putih.
Kenapa warna cerah, ini agar tidak menyerap panas dari Sinar Matahari.




  Saya pernah menggunakan Sistem Semai AutoPot ini sampai dua kali, berhubung saya kadang sibuk dan tidak sempat mengecek dan mengisi air di botol sampai ber hari hari.
Maka sekarang saya tidak memakai Sistem Semai AutoPot ini, dan saya ganti dengan Sistem Air Mengalir di dalam Talang PVC, semacam NFT.

  Di bawah ini ada foto foto dari Sistem Semai AutoPot saya.
Silahkan di lihat dan di pelajari, apabila ada yang kurang paham dan mau di tanyakan, bisa di tanyakan lewat komentar atau google plus saya.


Penampakan saat mulai semai. ( 0 HSS )

Penampakan saat mulai semai. ( 1 HSS )

Semaian mulai keluar daun lembaganya. ( 3 HSS )

Semaian mulai keluar daun lembaganya. ( 3 HSS )

Semaian mulai keluar daun daun sejatinya. ( 8 HSS )

Semaian siap di pindah. ( 18 HSS - Tampak Kutilang karena terlalu rapat )
( Seharus nya 14 HSS saat belum kutilang, sudah harus di pindah , tapi sistem Remaja belum siap )


Semoga membantu. ^_^

CARA MEMBUAT PUPUK BUAH ALAMI YG SIMPEL...

Pupuk Daun / Buah Bahan:

1. Kuning telur ayam kampung 3 butir
2. Gula jawa ¼ kg
3. Susu murni segar ½ gelas
Cara Pembuatan: Semua bahan dicampur dan diaduk secara merata kemudian ditambahkan 30 liter air.
Kegunaan: Hasil dari komposisi disemprotkan pada tanaman hingga merata.

Perangsang Buah II Bahan: 
1. Susu segar mentah 1 liter 
2. Kuning telur ayam kampung 3 butir

Cara Pembuatan: Bahan dicampur lalu dikocok sampai rata, kemudian difermentasi selama 24 jam.

Aturan penggunaan: Setiap akan digunakan, kocok 1 sendok makan ditambah 5 liter air, lalu disemprotkan.

Fungsi: Merangsang pertumbuhan bunga calon buah / biji. Membuat buah beraroma dan manis rasanya. Membuat biji menjadi bernas / mentes.

Cara Membuat Pupuk Alami Perangsang buah dan Bunga

Perangsang Buah I Bahan: EM 4 1 liter 
Kuning telur ayam kampung 3 butir
 Cara Pembuatan: 
Bahan dicampur lalu dikocok sampai rata, kemudian difermentasi selama 24 jam.

Aturan penggunaan: Setiap akan digunakan, kocok 1 sendok makan ditambah 5 liter air, lalu disemprotkan. Fungsi: Merangsang pertumbuhan bunga calon buah / biji. 

Membuat buah beraroma dan manis rasanya. Membuat biji menjadi bernas / mentes Perangsang Buah 

II Bahan: Susu segar mentah 1 liter 
Kuning telur ayam kampung 3 butir 
Cara Pembuatan: Bahan dicampur lalu dikocok sampai rata, kemudian difermentasi selama 24 jam.

 Aturan penggunaan: Setiap akan digunakan, kocok 1 sendok makan ditambah 5 liter air, lalu disemprotkan. Fungsi: Merangsang pertumbuhan bunga calon buah / biji. Membuat buah beraroma dan manis rasanya. Membuat biji menjadi bernas / mentes. 

Pupuk Daun / Buah Bahan: Kuning telur ayam kampung 3 butir Gula jawa ¼ kg Susu murni segar ½ gelas Cara Pembuatan: Semua bahan dicampur dan diaduk secara merata kemudian ditambahkan 30 liter air. Kegunaan: Hasil dari komposisi disemprotkan pada tanaman hingga merata. Pupuk KCL Cair Bahan: Air Sabut kelapa secukupnya Drum (diperlukan untuk merendam bahan) Cara pembuatan: Masukkan sabut kelapa ke dalam drum sampai setengahnya. Setelah drum diisi sabut kelapa berilah air sampai penuh. Tutuplah rapat-rapat dengan plastik. Biarkan drum tertutup selama 2 minggu. Setelah air berubah menjadi berwarna hitam pertanda air sudah melarutkan kandungan KCL pada sabut kelapa. Air tersebut sudah siap digunakan, jika airnya sudah habis dapat ditambah air sehingga air berwarna jernih. Cara penggunaan: Disemprotkan atau disiramkan pada tanaman. Fungsi: Batang dan akar tanaman akan menjadi kuat, biji akan lebih berisi dan berwarna cerah. Untuk buah akan berwarna harum dan rasanya manis. PUPUK Nitrogen Sumber: Azzola Tumbuhan kacang-kacangan Jerami (daun hijau) Kotoran hewan / manusia Fungsi: Menghijaukan daun Membuat bentuk akar, daun dan batang menjadi muda Phospat Sumber: Ampas tebu Kotoran hewan / manusia Sampah organik Kompos Azzola Abu dapur Fungsi: Memperkuat akar dan batang Memacu bunga agar cepat berbuah Menjadikan rasa buah lebih manis Kalium Sumber: Pelepah / batang pisang Kotoran ayam Urine kambing, kelinci, dan manusia Abu kayu Sampah organik, misalnya kulit pisang, umbi-umbian, dan lain-lain Fungsi: Memperkuat akar dan batang Memacu bunga agar cepat berbuah atau mengeluarkan biji Membuat biji / bulir menjadi bernas Menjadikan rasa buah atau umbi lebih manis Urine (Pupuk Cair) Bahan: 100 liter urine 300 cc tetes tebu / air gula jawa / air gula pasir 0, 5 kg temu ireng dalam bentuk serbuk / ekstrak 0, 5 kg lawak dalam bentuk serbuk / ekstrak 0, 5 kg laos dalam bentuk serbuk / ekstrak 0, 5 kg kunyit dalam bentuk serbuk / ekstrak Cara pembuatan: Semua bahan dicampur dan difermentasi selama 21 hari Kegunaan: 5-10 cc / 2 sendok makan + 15 liter air, pada daun dengan cara disemprotkan, pada akar dengan cara disiramkan / dikocor. Urine Kelinci: Perbandingannya 1 : 13 liter air, kemudian disiramkan / dikocor pada tanaman. Bokashi Bahan: Kotoran ayam / sapi / kambing 500 kg Sekam padi / gergajian kayu 500 kg Bekatul 20 kg Abu dapur / abu sekam padi 30 kg Gula pasir 15 ons EM4 / mikroorganisme nabati secukupnya Air secukupnya Cara pembuatan: Semua bahan dicampur jadi satu dan diaduk supaya merata sambil dibasahi dengan air yang dicampur gula pasir dengan mikroorganisme nabati, sehingga bahan menjadi lembab. Tutup dengan plastik / tenda agar bokashi mengalami fermentasi. Proses fermentasi sangat membutuhkan air, udara, dan panas. Proses fermentasi ini normal terjadi dalam jangka waktu selama 14-21 hari dengan suhu 40-50°C (dijaga kestabilannya). Bila melebihi dari 50°C tenda dibuka dan bahan diaduk-aduk hingga panas stabil lalu ditutup kembali. Lebih baik setiap 5 jam bahan dibuka untuk mengetahui suhunya. Bila kurang panas, atau kurang dari 40°C disemprot dengan air yang dicampur gula dan mikroorganisme nabati. Begitu seterusnya sehingga bahan bokashi tidak berbau kotoran dan kalau dipegang sudah tidak panas lagi, artinya bahan ini sudah dapat digunakan. Cara penggunaan: Untuk tanaman padi, palawija, sayuran dan tanaman hias sebagai pupuk dengan dosis 1-1, 5 ton / Ha. Andaikan tanahnya terlalu liat dapat ditingkatkan menjadi 2 ton / Ha. Pupuk Daun Bahan: Urine kelinci, manusia atau binatang 5 liter Terasi 10 gram Jahe 1 ons Kunyit 1 kg Susu 1 liter Gula jawa 1 kg Cara pembuatan: Semua bahan dicampur dan disaring, kemudian difermentasikan selama 10 hari. Setelah itu selama 2 hari berikutnya tiap 2 jam dibuka. 2 hari berikunya tiap 2 jam dibuka. 3 hari berikutnya 2 jam dibuka. PUPUK ORGANIK CAIR PERANGSANG PERTUMBUHAN DAN BUAH Bahan bahan : - Mangga matang = 1 buah - Pepaya matang = 1 buah - Pisang ambon = 2 buah - Nenas = 1 buah - Tomat = 1,4 kg - EM4 = 2 tutup botol - Yakult = 1 botol - Gula = 5 sendok makan - Air = 1 liter. Bila bahan bahan sudah terkumpul semua berikut cara pembuatannya, pertama tama bahan bahan seperti mangga matang, pepaya matang, pisang ambon, nanas dan tomat di blender sampai halus, dan perlu di ketahui untuk buah nanasnya harus di kupas dulu kulitnya setelah di blender masukan semua bahan di bak atau ember atau drum, pokoknya terserah anda yang penting bisa menampung bahan bahan tadi. Setelah itu campur dengan air 1 liter tadi dan aduk hingga merata, setelah di aduk hingga merata kemudian di peras untuk di ambil cairannya atau airnya, dan Air perasan tersebut ditutup rapat permentasikan dengan cambuaran EM4, yakult dan gula dan diamkan selama minimal  2 minggu. untuk cara Aplikasi atau penggunaan Semprotkan pada saat umur tanaman 10 dan 25 hari lalu pada saat tanaman memunculkan bunga pertama, untuk Dosis 250 cc / 15 liter air. SELAMAT MENCOBA SEMOGA BERHASIL