Minggu, 04 Desember 2016

CARA MEMBUAT PUPUK BUAH ALAMI YG SIMPEL...

Pupuk Daun / Buah Bahan:

1. Kuning telur ayam kampung 3 butir
2. Gula jawa ¼ kg
3. Susu murni segar ½ gelas
Cara Pembuatan: Semua bahan dicampur dan diaduk secara merata kemudian ditambahkan 30 liter air.
Kegunaan: Hasil dari komposisi disemprotkan pada tanaman hingga merata.

Perangsang Buah II Bahan: 
1. Susu segar mentah 1 liter 
2. Kuning telur ayam kampung 3 butir

Cara Pembuatan: Bahan dicampur lalu dikocok sampai rata, kemudian difermentasi selama 24 jam.

Aturan penggunaan: Setiap akan digunakan, kocok 1 sendok makan ditambah 5 liter air, lalu disemprotkan.

Fungsi: Merangsang pertumbuhan bunga calon buah / biji. Membuat buah beraroma dan manis rasanya. Membuat biji menjadi bernas / mentes.

Cara Membuat Pupuk Alami Perangsang buah dan Bunga

Perangsang Buah I Bahan: EM 4 1 liter 
Kuning telur ayam kampung 3 butir
 Cara Pembuatan: 
Bahan dicampur lalu dikocok sampai rata, kemudian difermentasi selama 24 jam.

Aturan penggunaan: Setiap akan digunakan, kocok 1 sendok makan ditambah 5 liter air, lalu disemprotkan. Fungsi: Merangsang pertumbuhan bunga calon buah / biji. 

Membuat buah beraroma dan manis rasanya. Membuat biji menjadi bernas / mentes Perangsang Buah 

II Bahan: Susu segar mentah 1 liter 
Kuning telur ayam kampung 3 butir 
Cara Pembuatan: Bahan dicampur lalu dikocok sampai rata, kemudian difermentasi selama 24 jam.

 Aturan penggunaan: Setiap akan digunakan, kocok 1 sendok makan ditambah 5 liter air, lalu disemprotkan. Fungsi: Merangsang pertumbuhan bunga calon buah / biji. Membuat buah beraroma dan manis rasanya. Membuat biji menjadi bernas / mentes. 

Pupuk Daun / Buah Bahan: Kuning telur ayam kampung 3 butir Gula jawa ¼ kg Susu murni segar ½ gelas Cara Pembuatan: Semua bahan dicampur dan diaduk secara merata kemudian ditambahkan 30 liter air. Kegunaan: Hasil dari komposisi disemprotkan pada tanaman hingga merata. Pupuk KCL Cair Bahan: Air Sabut kelapa secukupnya Drum (diperlukan untuk merendam bahan) Cara pembuatan: Masukkan sabut kelapa ke dalam drum sampai setengahnya. Setelah drum diisi sabut kelapa berilah air sampai penuh. Tutuplah rapat-rapat dengan plastik. Biarkan drum tertutup selama 2 minggu. Setelah air berubah menjadi berwarna hitam pertanda air sudah melarutkan kandungan KCL pada sabut kelapa. Air tersebut sudah siap digunakan, jika airnya sudah habis dapat ditambah air sehingga air berwarna jernih. Cara penggunaan: Disemprotkan atau disiramkan pada tanaman. Fungsi: Batang dan akar tanaman akan menjadi kuat, biji akan lebih berisi dan berwarna cerah. Untuk buah akan berwarna harum dan rasanya manis. PUPUK Nitrogen Sumber: Azzola Tumbuhan kacang-kacangan Jerami (daun hijau) Kotoran hewan / manusia Fungsi: Menghijaukan daun Membuat bentuk akar, daun dan batang menjadi muda Phospat Sumber: Ampas tebu Kotoran hewan / manusia Sampah organik Kompos Azzola Abu dapur Fungsi: Memperkuat akar dan batang Memacu bunga agar cepat berbuah Menjadikan rasa buah lebih manis Kalium Sumber: Pelepah / batang pisang Kotoran ayam Urine kambing, kelinci, dan manusia Abu kayu Sampah organik, misalnya kulit pisang, umbi-umbian, dan lain-lain Fungsi: Memperkuat akar dan batang Memacu bunga agar cepat berbuah atau mengeluarkan biji Membuat biji / bulir menjadi bernas Menjadikan rasa buah atau umbi lebih manis Urine (Pupuk Cair) Bahan: 100 liter urine 300 cc tetes tebu / air gula jawa / air gula pasir 0, 5 kg temu ireng dalam bentuk serbuk / ekstrak 0, 5 kg lawak dalam bentuk serbuk / ekstrak 0, 5 kg laos dalam bentuk serbuk / ekstrak 0, 5 kg kunyit dalam bentuk serbuk / ekstrak Cara pembuatan: Semua bahan dicampur dan difermentasi selama 21 hari Kegunaan: 5-10 cc / 2 sendok makan + 15 liter air, pada daun dengan cara disemprotkan, pada akar dengan cara disiramkan / dikocor. Urine Kelinci: Perbandingannya 1 : 13 liter air, kemudian disiramkan / dikocor pada tanaman. Bokashi Bahan: Kotoran ayam / sapi / kambing 500 kg Sekam padi / gergajian kayu 500 kg Bekatul 20 kg Abu dapur / abu sekam padi 30 kg Gula pasir 15 ons EM4 / mikroorganisme nabati secukupnya Air secukupnya Cara pembuatan: Semua bahan dicampur jadi satu dan diaduk supaya merata sambil dibasahi dengan air yang dicampur gula pasir dengan mikroorganisme nabati, sehingga bahan menjadi lembab. Tutup dengan plastik / tenda agar bokashi mengalami fermentasi. Proses fermentasi sangat membutuhkan air, udara, dan panas. Proses fermentasi ini normal terjadi dalam jangka waktu selama 14-21 hari dengan suhu 40-50°C (dijaga kestabilannya). Bila melebihi dari 50°C tenda dibuka dan bahan diaduk-aduk hingga panas stabil lalu ditutup kembali. Lebih baik setiap 5 jam bahan dibuka untuk mengetahui suhunya. Bila kurang panas, atau kurang dari 40°C disemprot dengan air yang dicampur gula dan mikroorganisme nabati. Begitu seterusnya sehingga bahan bokashi tidak berbau kotoran dan kalau dipegang sudah tidak panas lagi, artinya bahan ini sudah dapat digunakan. Cara penggunaan: Untuk tanaman padi, palawija, sayuran dan tanaman hias sebagai pupuk dengan dosis 1-1, 5 ton / Ha. Andaikan tanahnya terlalu liat dapat ditingkatkan menjadi 2 ton / Ha. Pupuk Daun Bahan: Urine kelinci, manusia atau binatang 5 liter Terasi 10 gram Jahe 1 ons Kunyit 1 kg Susu 1 liter Gula jawa 1 kg Cara pembuatan: Semua bahan dicampur dan disaring, kemudian difermentasikan selama 10 hari. Setelah itu selama 2 hari berikutnya tiap 2 jam dibuka. 2 hari berikunya tiap 2 jam dibuka. 3 hari berikutnya 2 jam dibuka. PUPUK ORGANIK CAIR PERANGSANG PERTUMBUHAN DAN BUAH Bahan bahan : - Mangga matang = 1 buah - Pepaya matang = 1 buah - Pisang ambon = 2 buah - Nenas = 1 buah - Tomat = 1,4 kg - EM4 = 2 tutup botol - Yakult = 1 botol - Gula = 5 sendok makan - Air = 1 liter. Bila bahan bahan sudah terkumpul semua berikut cara pembuatannya, pertama tama bahan bahan seperti mangga matang, pepaya matang, pisang ambon, nanas dan tomat di blender sampai halus, dan perlu di ketahui untuk buah nanasnya harus di kupas dulu kulitnya setelah di blender masukan semua bahan di bak atau ember atau drum, pokoknya terserah anda yang penting bisa menampung bahan bahan tadi. Setelah itu campur dengan air 1 liter tadi dan aduk hingga merata, setelah di aduk hingga merata kemudian di peras untuk di ambil cairannya atau airnya, dan Air perasan tersebut ditutup rapat permentasikan dengan cambuaran EM4, yakult dan gula dan diamkan selama minimal  2 minggu. untuk cara Aplikasi atau penggunaan Semprotkan pada saat umur tanaman 10 dan 25 hari lalu pada saat tanaman memunculkan bunga pertama, untuk Dosis 250 cc / 15 liter air. SELAMAT MENCOBA SEMOGA BERHASIL

Kamis, 09 Oktober 2014


Bahan dan cara pembuatan pestisida organik


nah dalam artikel kali ini kami ingin membagi tentang bahan pestisida organik dan cara pembuatannya, dibawah ini beberapa bahan pestisida organik dan cara pembuatannya:
Tembakau Nicotium tabacum) 
Tembakau diambil batang atau daunnya untuk digunakan sebagai bahan pestisida
alami. Caranya rendam batang atau daun tembakau selama 3 – 4 hari, atau bisa
juga dengan direbus selama 15 menit. Kemudian biarkan dingin lalu saring. Air
hasil saringan ini bisa digunakan untuk mengusir berbagai jenis hama tanaman.
Tuba, Jenu (Derriseleptica) 
Bahan yang digunakan bisa dari akar dan kulit kayu. Caranya dengan menumbuk
bahan tersebut sampai betul-betul hancur. Kemudian campur dengan air untuk
dibuat ekstrak. Campur setiap 6 (enam) sendok makan ekstrak tersebut dengan 3
liter air. Campuran ini bisa digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama
tanaman.
Temu-temuan (Temu Hitam, Kencur, Kunyit) 
Bahan diambil dari rimpangnya, yang kemudian ditumbuk halus dengan dicampur
urine (air kencing) sapi. Campuran ini diencerkan dengan air dengan
perbandingan 1 : 2 – 6 liter. Gunakan untuk mengendalikan berbagai jenis
serangga penyerang tanaman.
Kucai (Allium schonaoresum)
Kalau menggunakan kucai, cara meramunya adalah dengan menyeduhnya, yang
kemudian didinginkan. Kemudian saring. Air saringannya ini mampu untuk
memberantas hama yang biasanya menyerang tanaman mentimun
Bunga Camomil (Chamaemelum spp) 
Bunga yang sudah kering diseduh, kemudian dinginkan dan saring. Gunakan air
saringan tersebut untuk mencegah damping off atau penyakit rebah.

Bawang Putih (Allium sativum) 

Bawang putih secara alami akan menolak banyak serangga. Tanamlah di sekitar
pohon buah dan lahan sayuran untuk membantu mengurangi masalah-masalah
serangga.
Bawang putih, begitu juga dengan bawang bombai dan cabai, digiling, tambahkan
air sedikit, dan kemudian diamkan sekitar 1 jam. Lalu berikan 1 sendok makan
deterjen, aduk sampai rata, dan kemudian ditutup. Simpan di tempat yang dingin
selama 7 – 10 hari. Bila ingin menggunakannya, campur ekstrak tersebut dengan
air. Campuran ini berguna untuk membasmi berbagai hama tanaman, khususnya
hortikultura.
Abu Kayu 
Abu sisa bakaran kayu ditaburkan di sekeliling perakaran tanaman bawang
bombay, kol atau lobak dengan tujuan untuk mengendalikan root maggot. Abu
kayu ini bisa juga untuk mengendalikan serangan siput dan ulat grayak. Caranya,
taburkan di sekeliling parit tanaman.
Mint (Menta spp) 
Daun mint dicampur dengan cabai, bawang daun dan tembakau. Kemudian giling
sampai halus untuk diambil ekstraknya. Ekstrak ini dicampur dengan air
secukupnya. Dari ekstrak tersebut bisa digunakan untuk memberantas berbagai
hama yang menyerang tanaman.
Kembang Kenikir (Tagetes spp) 
Ambil daunnya 2 genggam, kemudian campur dengan 3 siung bawang putih, 2
cabai kecil dan 3 bawang bombay. Dari ketiga bahan tersebut dimasak dengan air
lalu didinginkan. Kemudian tambahkan 4 – 5 bagian air, aduk kemudian saring.
Air saringan tersebut dapat digunakan untuk membasmi berbagai hama tanaman.
Cabai Merah (Capsium annum) 
Cara pembuatannya dengan mengeringkan cabai yang basah dulu. Kemudian
giling sampai menjadi tepung. Tepung cabai tersebut kalau dicampur dengan air
dapat digunakan untuk membasmi hama tanaman.
Sedudu 
Sedudu (sejenis tanaman patah tulang) diambil getahnya. Getah ini bisa
dimanfaatkan untuk mengendalikan berbagai hama tanaman.
Kemangi (Ocimum sanetu) 
Cara pembuatannya: kumpulkan daun kemangi segar, kemudian keringkan.
Setelah kering, baru direbus sampai mendidih, lalu didinginkan dan disaring.
Hasil saringan ini bisa digunakan sebagai pestisida alami.
Dringgo (Acarus calamus) 
Akar dringgo dihancurkan sampai halus (menjadi tepung), kemudian dicampur
dengan air secukupnya. Campuran antara tepung dan air tersebut dapat digunakan
sebagai bahan pembasmi serangga.
Tembelekan (Lantara camara) 
daun dan cabang tembelekan dikeringkan lalu dibakar. Abunya dicampur air dan
dipercikkan ke tanaman yang terserang hama, baik yang berupa kumbang maupun
pengerek daun.
Rumput Mala (Artimista vulgaris). 
Caranya bakar tangkai yang kering dari rumput tersebut. Kemudian manfaatkan
asap ini untuk mengendalikan hama yang menyerang suatu tanaman.
Tomat (Lycopersicum eskulentum) 
Daun tomat bagus sebagai insektisida dan fungisida alami. Dapat digunakan untuk
membasmi kutu daun, ulat bulu, telur serangga, belalang, ngengat, lalat putih,
jamur, dan bakteri pembusuk.
Gunakan batang dan daun tomat, dan dididihkan. Kemudian biarkan dingin lalu
saring. Air dari saringan ini bisa digunakan untuk mengendalikan berbagai hama
tanaman.
Gamal (Gliricidia sepium) 
Daun dan batang gamal ditumbuk, beri sedikit air lalu ambil ekstraknya. Ekstrak
daun segar ini dan batang gamal ini dapat digunakan untuk mengendalikan
berbagai jenis hama tanaman, khususnya jenis serangga.
Bunga Mentega (Nerium indicum) 
Gunakan daun dan kulit kayu mentega dan rendamlah dalam air biasa selama
kurang lebih 1 jam, kemudian disaring. Dari hasil saringan tadi dapat digunakan
untuk mengusir semut.
Daun Pepaya 
Ambil daun papaya sebanyak kurang lebih 1 (satu) kilogram, atau kira-kira sekitar 1 (satu) kantong plastik kresek besar. Lalu dilumatkan (bisa diblender) dan dicampurkan dalam 1 (satu) liter air, kemudian dibiarkan
selama kurang lebih 1 (satu) jam. Langkah berikutnya disaring, lalu ke
dalam cairan daun papaya hasil saringan ditambahkan lagi 4 (empat) liter
air dan 1 (satu) sendok besar sabun.
Ampas lumatan daun papaya bisa dimasukkan ke dalam komposter untuk
tambahan bahan kompos. Cairan air papaya dan sabun sudah dapat
digunakan sebagai pestisida alami.
Semprotkan cairan ini pada hama-hama yang mengganggu tanaman kita.
Semprotan pestisida air papaya dan sabun ini dapat membasmi aphid (kutu
daun), rayap, hama-hama ukuran kecil lainnya, termasuk ulat bulu.
Minyak Cengkeh
Cengkeh merupakan tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan di tingkat
petani. Tanaman ini banyak mengandung
minyak atsiri yang mempunyai nilai jual
tinggi. Minyak atsiri diperoleh melalui proses
ekstraksi maupun penyulingan bagian daun
atau bunga cengkeh. Minyak tersebut
diketahui mengandung sampai dengan 80%
eugenol dan berdasarkan uji laboratorium dan rumah kaca diketahui sangat efektif
membunuh nematode puru akar, M. incognita.
selamat mencoba dan semoga sukses.
Tips Anti Hama: 4 Cara Membasmi Kutu Daun
Amazine.co | Online Popular Knowledge



Baca juga

Karakteristik & Cara Perawatan Tanaman Talas
Kutu daun merupakan serangga kecil yang hidup pada tanaman hias, pohon buah-buahan, sayuran, dll.

Terdapat hampir 4.000 spesies kutu daun. Hama ini memiliki tubuh lunak dengan panjang sekitar 3 mm.

Warna tubuh kutu daun bervariasi dari coklat, merah, hitam, hijau, atau kuning tergantung pada spesiesnya.

Serangga ini makan dengan mengisap getah tanaman terutama pada tunas yang baru tumbuh.

Kutu daun umum ditemukan di bawah daun dan bahkan pada akar.

Serangan kutu daun mengakibatkan daun menggulung, layu, serta menghambat pertumbuhan tanaman.

Cara Mengendalikan Kutu Daun

Kutu daun dapat dikendalikan dengan atau tanpa menggunakan bahan kimia.

Beberapa metode populer yang digunakan untuk membasmi kutu daun adalah sebagai berikut:

Metode # 1

Metode paling sederhana membasmi kutu daun adalah dengan menyemprot tanaman menggunakan air.
Jika Anda memiliki tanaman dalam pot yang diletakkan di dalam rumah, bawa keluar pot kemudian semprot tanaman dengan air.

Lakukan pemyemprotan setiap hari hingga tanaman terbebas dari kutu daun.

Metode # 2

Anda dapat membuat semprotan cabe untuk mengendalikan kutu daun.

Siapkan 3 – 4 cabai, beberapa siung bawang putih, dan satu liter air.

Masukkan semua bahan ke dalam blender. Setelah halus, larutkanke dalam air untuk kemudian disemprotkan ke tanaman yang terjangkiti kutu daun.

Metode # 3

Anda dapat menggunakan predator alami untuk mengendalikan kutu daun.

Kepik merupakan salah satu predator alami bagi hama ini. Anda akan terkejut mengetahui bahwa kepik dewasa dapat makan hingga 1000 kutu daun dalam satu hari.

Untuk mengatasi kutu daun, lepaskan kepik pada malam hari setelah menyiram tanaman terlebih dahulu.

Metode ini umumnya mampu bekerja dengan baik, bahkan pada tanaman yang terserang parah sekalipun.

Metode # 4

Selain cara alami, kutu daun juga bisa dibasmi menggunakan insektisida.

Untuk melakukan hal ini, campur satu sendok teh insektisida dengan satu liter air.

Masukkan larutan ke dalam botol semprot dan semprotkan pada bagian yang terserang kutu daun.

Untuk membasmi kutu daun yang menyerang akar, cabut dahulu tanaman dan rendam dalam larutan insektisida selama 2-3 menit. Sesudah itu tanaman bisa ditanam kembali.

Pastikan tidak menyiram tanaman terlalu banyak selama seminggu ke depan untuk memastikan insektisida pada akar tidak terbilas.[]

Selasa, 07 Mei 2013

E-KTP juga tak boleh distaples, instansi pelanggar kena sanksi


MERDEKA.COM. Selain hanya bisa difotokopi sekali untuk keamanan chip, e-KTP juga tidak boleh distaples. Penegasan tersebut tertuang dalam surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 471.13/1826/SJ tentang e-KTP.

Surat edaran Mendagri yang ditandatangani Gamawan Fauziitu disampaikan kepada seluruh instansi penting di negara ini. Pada poin 2 berbunyi, Supaya tidak terjadi kesalahan fatal dalam penggunaan e-KTP, maka diminta kepada semua Menteri, kepala lembaga pemerintah non kementerian, kepala lembaga lainnya, kepala kepolisian RI, gubernur Bank Indonesia/para pimpinan bank, para gubenur, para bupati/wali kota, agar semua jajarannya khususnya unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahwa e-KTP tidak diperkenankan difotokopi, distaples dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP. Sebagai penggantinya dicatat "Nomor Induk Kependudukan (NIK)" dan "Nama Lengkap"

Pada poin 3 juga disebutkan, apabila masih terdapat unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, masih memfotokopi, menstaples dan perlakuan lainnya yg merusak fisik e-KTP, akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena sangat merugikan masyarakat, khususnya pemilik e-KTP.

Surat edaran itu juga ditembuskan kepada presiden, wapres, menko polhukam, menko perekonomian, menko kesra, kepala BPPT, kepala lembaga sandi negara, dan rektor ITB.

Namun menurut Jubir Kemendagri Reydonyzar Moenek, e-KTP tak mudah rusak. Apalagi kalau hanya kena sinar mesin fotokopi.

"Itu preventif saja. Kita sudah cek berkali-kali. e-KTP ini kuat, jatuh ke air juga tidak apa-apa. Bahannya juga tidak mudah patah. Beda dengan kartu kredit, itu kan mudah patah," ujarnya.
Sumber: Merdeka.com

Minggu, 05 Mei 2013

Budidaya Pepaya California,perhitungan biaya sampai panen


BUDIDAYA TANAMAN PEPAYA CALIFORNIA
( Jarak tanam 2.50 m x 2.50 m ; Jumlah tanaman / Ha 1521 pohon )
1.Pengolahan lahan
·Upah borong pembuatan lobang tanam 1521 lobang @ Rp 1000,-               Rp   1.521.000,-
·Upah borong pengurugan lobang tanam 1521 lobang @ Rp 500,-               Rp      760.500,-
·Upah borong pembuatan bedengan atau parit /Ha                                       Rp   1.200.000,-

2.Persiapan tanam
·Pembelian bibit 1521 Polybag @ Rp 2000                                                     Rp   3.042.000,-
·Pembelian pupuk kandang 1521 karung @ Rp 5000,-                                  Rp   7.605.000,-
·Upah borong penaburan pupuk kandang 1521 karung @ Rp 500                Rp      760.500,-
·Pembelian pupuk dasar NPK 400 Kg @ Rp 2000                                           Rp      800.000,-
·Upah tanam 40 H.K.W x Rp 8000                                                                 Rp      160.000,-
Jumlah biaya awal                                          Rp  16.169.000,-

3. Perawatan tanaman ( 3 bulan setelah tanam )
·Upah penyiangan 40 H.K.W x Rp 8000                                                        Rp       320.000,-
·Pembelian pupuk NPK ( 0,5 Kg /pohon ) 750 Kg  @ 2000                             Rp    1.500.000,-
·Upah menabur pupuk NPK 40 H.K.W @ 8000                                               Rp       320.000,-
 Jumlah biaya Untuk bulan ke              Rp    2.140.000,-

4. Perawatan tanaman ( 6 bulan setelah tanam )
·Upah penyiangan 40 H.K.W x Rp 8000                                                        Rp       320.000,-
·Pembelian pupuk NPK ( 0,5 Kg /pohon ) 750 Kg  @ 2000                             Rp    1.500.000,-
·Upah menabur pupuk NPK 40 H.K.W @ 8000                                               Rp       320.000,-
 Jumlah biaya Untuk bulan ke – 6        Rp    2.140.000,-

5. Perawatan tanaman ( 9 bulan setelah tanam )
·Upah penyiangan 40 H.K.W x Rp 8000                                                          Rp       320.000,-
·Pembelian pupuk NPK ( 0,5 Kg /pohon ) 750 Kg  @ 2000                               Rp    1.500.000,-
·Upah menabur pupuk NPK 40 H.K.W @ 8000                                                 Rp       320.000,-
 Jumlah biaya Untuk bulan ke – 9          Rp    2.140.000,-
 Total biaya sampai panen ( I )  Rp  21.828.500,-

6. Biaya perawatan tahun ke II
·Pembelian pupuk kandang 1521 karung @ Rp 5000                                       Rp    7.605.000,-
·Upah borong menabur pupuk kandang 1521 karung @ 500                           Rp       760.500,-
·Perawatan rutin ( lihat no 3 ) 4 Aplikasi x Rp 2.140.000                                 Rp    8.560.000,-
 Jumlah biaya tahun ke II                       Rp  16.925.500,-

7. Biaya perawatan tahun ke I
.Pembelian pupuk kandang 1521 karung @ Rp 5000                                        Rp    7.605.000,-
·Upah borong menabur pupuk kandang 1521 karung @ 500                           Rp       760.500,-
·Perawatan rutin ( lihat no 3 ) 4 Aplikasi x Rp 2.140.000                                 Rp    8.560.000,-
 Jumlah biaya tahun ke III                     Rp  16.925.500,-

8. Biaya penangulangan hama dan penyakit selama 36 bulan               Rp  18.936.000,-
                                             Total biaya s/d tahun ke III                    Rp 74.615.500,-
Produksi pepaya
   Tahun    I ( buah pertama )
               o         1 pohon = 30 Kg x 1521 pohon = 45.630 Kg x Rp 2.500          Rp 114.075.000,-
    Tahun II  ( buah kedua )
o         1 pohon = 20 Kg x 1521 pohon = 30.420 Kg x Rp 2.500             Rp   76.050.000,-
     Tahun III ( buah ketiga )
o         1 pohon = 15 Kg x 1521 pohon = 22.815 Kg x Rp 2.500              Rp   57.037.500,-
 JUMLAH                                                    Rp 247.162.500,-

Hasil panen                                           Rp  247.162.500,-
Modal                                                    Rp    74.615.500,-
Keuntungan                                          Rp  172.547.000,-

 Keterangan :
·Harga pupuk kandang / karung ( 60 Kg )                                  Rp      5.000,-
·Harga pupuk NPK ( ponska ) / Kg                                             Rp      2.000,-
·Harga Dithane ( Fungisida )  / Kg                                             Rp    75.000,-
·Harga Supracide ( Insectisida ) / Kg                                        Rp  220.000,- 
·Harga Gandasil ( Pupuk daun ) / 500 Gram                              Rp    28.000,-
·H.K.W ( Hari Kerja Wanita ) Kerja setengah hari                     Rp      8.000,-
·H.K.P   ( Hari Kerja Pria ) Kerja setengah hari                          Rp    25.000,-

 ·Untuk penanggulangan hama dan penyakit minimum 30 hari sekali ( setiap bulan )
·Perbulan dibutuhkan obat-obatan sbb;
o2 Kg Dithane @/ Kg Rp 75.000,-                                     Rp     150.000,-
o1 Kg Supracide                                                                 Rp     220.000,-
o2 Bungkus Gandasil @ /500 Gram Rp 28.000                  Rp       56.000,-
oUpah penyemprotan 4 H.K.P @ Rp 25.000                    Rp     100.000,-
                                                           JUMLAH          Rp     526.000,-
·Jumlah biaya yang dibutuhkan selama 3 tahun untuk penanggulangan hama dan penyakit
          36 Bulan x Rp 526.000,-        Rp    18.936.000,-

·Alat investasi yang dibutuhkan
o2 Buah HandSprayer Solo @ Rp 240.000                           Rp     480.000,-
o1 Buah garpu @ Rp 50.000                                                Rp       50.000,-
o1 Buah cangkul @ Rp 40.000                                             Rp       40.000,-
20 Buah kored ( alat untuk Menyiang ) @ Rp 10.000           Rp     200.000,-
                                                         JUMLAH              Rp     770.000,-
 Harga pepaya
 asumsi harga terendah
§          Disortir                    Rp 2.800,-/ Kg
§          Tanpa sortir             Rp 2.500,-/ Kg
§          Buah afkir                Rp 1.500,-/ Kg
 Buah Afkir :  -  Buah cacat / bengkok / bulat
                  -  Berat buah dibawah 0,6 Kg / Buah

Sabtu, 04 Mei 2013

Belajar Budidaya Pepaya California


Pepaya merupakan salah satu buah tropis yang populer dijadikan sebagai buah meja. Ada beragam jenis pepaya, salah satu yang terbaik adalah pepaya California. Jenis yang satu ini banyak dikebunkan karena memiliki banyak keunggulan. Buahnya tidak terlalu besar sehingga praktis saat dikonsumsi. Berat buahnya antara 0,8 sampai 2 kilogram per buahnya, kulit tebal dan agak lonjong. Buah ini saat matang cenderung berwarna kuning dengan rasa yang manis, tekstur yang kenyal dan daging yang tebal. Selain itu, buah pepaya jenis California ini juga memiliki ciri batang yang dekat dengan tanah alias pendek sehingga memudahkan saat dipanen. Semua alasan ini membuatbudidaya pepaya California semakin diminati di dunia termasuk di Indonesia. Tertarik?

Persyaratan Tumbuh 

Iklim

Jenis pepaya California termasuk pepaya dengan usia yang lebih pendek dibanding jenis lainnya. Meski demikian, pepaya ini sanggup hidup hingga 4 tahun dengan kemampuan produksi buah yang baik jika dirawat dengan baik. Pepaya California tumbuh optimal di area yang subur dengan tanah yang sedikit berpasir. Ia sanggup hidup di permukaan tanah dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Pepaya baiknya ditanam di lahan yang terbuka dan dilengkapi dengan sistem pengairan yang baik. Kelembaban tanah sebaiknya 6 sampai 7 pH dan suhu antara 25 sampai 30 derajat celcius. Curah hujan sebaiknya antara 1000 sampai 2000 mm per tahunnya. Jika ditanam pada area diluar persyaratan tadi, pepaya juga akan tumbuh tapi hasilnya kurang maksimal.


Bibit 

Dalam sistem budidaya pepaya California, sama seperti jenis pepaya lainnya, biasanya diperbanyak dengan cara generatif yakni dengan menggunakanbijinya. Sebaiknya soal bibit ini diusahakan sendiri dengan mengambil biji buah yang sengaja dibiarkan masak di atas pohon. Jika dianggap repot, biji atau benih pepaya California juga banyak dijual di toko pertanian. Setelah mendapatkan benih, terlebih dahulu harus disemaikan dengan cara direndam. Jangan pilih bibit yang mengambang sebab tak layak tanam. Bibit yang tenggelam kemudian diperam di dalam kertas Koran yang dibuat lembab kemudian simpan di tempat yang teduh hingga tumbuh tunas. Jika sudah terlihat tunasnya, pindahkan ke polybag untuk proses penyemaian. 
Budidaya Pepaya California 

Persiapan Lahan Tanam 

Setelah bibit tersedia, sebelum ditanam, tanah harus dipersiapkan terlebih dahulu. Persiapannya cukup sederhana. Lakukan pembersihan lahan terutama dari rumput dan gulma. Kemudian buatlah lubang tana dengan jarak dan ukuran 60 x 60 x 50 cm. Adapun soal jarak masing-masing lubang disesuaikan dengan jarak tanam pepaya. Untuk jenis California, jarak tanamnya adalah 2,5 m x 2,5 m bisa juga 2,5 x 2,75 m. Lubang tanam yang telah disiapkan dibiarkan kosong minimal selama 15 hari sebelum kemudian ditutup dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos.

Proses Penanaman

Dalam budidaya pepaya California, proses tanam dilakukan dengan hati-hati yakni memindahkan bibit yang telah disemaikan dari polybag menuju lubang tanam yang telah dipersiapkan. Bibit yang telah disemai selama 1, 5 bulan adalah bibit yang telah siap tanam. Sebaiknya, 1 hari sebelum penanaman, lahan diairi terlebih dahulu. Proses tanam harus dilakukan pada saat sore hari. Lakukan perlahan sebab tanah pada polybag tidak boleh hancur jika tidak, bibit akan layu dan mati.

Proses Pemeliharaan 

Proses penyulaman harus dilakukan sesegera mungkin apabila ada bibit yang mati karena penyakit tau hama. Atau apabila bibit yang menyimpang. Jadi, Anda harus mempunyai stok 25% bibit sulam dari jumlah total bibit yang ditanam. Proses pemeliharaan selanjutnya adalah pengairan. Pepaya menyukai air tetapi tidak tahan jika air menggenang sebab batangnya cepat busuk. Jadi sistem pengairannya harus tepat. Buat saluran drainase yang tidak membuat air mengepung pohon pisang. Misalnya dibuatkan parit di sekitar lubang tanam.

Proses pemeliharaan selanjutnya adalah pemupukan. Untuk hasil produksi yang optimal dan unggul, tentu pupuk diperlukan. Sebaiknya gunakan pupuk organik agar buah pepaya jauh lebih sehat untuk dikonsumsi. Pemupukan dimulai saat lubang tanam dipersiapkan dengan hitungan 40 kg pupuk organik per lubang tanam. Selanjutnya pemupukan dilakukan pada:
  1. Pemupukan setelah seminggu ditanam. Gunakan jenis pupuk NPK dengan hitungan 200 gram pupuk per pohonnya. 
  2. Saat tanaman memasuki usia 3 bulan, berikan pupuk NPK sebanyak 300 gram per pohonnya. 
  3. Memasuki usia 6 bulan, gunakan pupuk NPK sebanyak 500 gram per pohon dan ditambah dengan pupuk kandang sebanyak kurang lebih 40 kilogram per pohonnya. 
  4. Memasuki usia 9 bulan, berikan lagi pupuk NPK sebanyak 500 gram per pohonnya. 
  5. Di usia 12 bulan berikan pupuk NPK sebanyak 500 gram per pohonnya dan tambahkan 40 kilogram pupuk kandang.
  6. Setelah pohon berbuah, berikan pupuk KCI agar daya tahannya lebih kuat dan buahnya lebih manis. 

Hama Juga Penyakit 

Ada beberapa jenis hama yang biasa menyerang tanaman pepaya California. Antara lain hama kutu putih. Jenis hama yang satu ini bisa dikendalikan dengan menyemprotkan Regent, Bestox, Pestisida Akothion secara bergantian. Hama selanjutnya adalah Aphid dan juga tungu. Hama jenis ini menyerang dengan menghisap semua cairan yang ada pada daun muda pohon pepaya California. Pengendaliannya dengan disemprot pestisida curacron, mesurol dan akarisida.

Sementara itu, beberapa jenis penyakit yang ditakuti dalam budidaya pepaya California adalah Phytphora parasitica, P. Palmivora, juga Collectricum dan Pythium. Penyakit ini menyerang umumnya pada musim penghujan. Bagian yang diserang adalah daun, akar, batang bahkan buah. Pengendaliannya bisa dilakukan dengan cara penyemprotan seperti pada hama. Yang digunakan adalah larutan fungisida yang dicampur bersama air sebanyak 1 liter. Lakukan hingga sembuh.

Panen 

Dalam budidaya pepaya California, pemanenan dilakukan saat pohon berusia 8 sampai 9 bulan. Buah dipanen saat telah terlihat tanda matang yakni ada semburat berwarna kuning di bagian buah pepaya utamanya di ujung buah. Panen sebaiknya dilakukan dengan memotong bagian tangkai. Gunakan gunting pangkas dan bisa juga dengan pisau yang tajam. Panen dilakukan dengan periode wakti 10 hari sekali. Setelah buah pepaya dipanen, sebaiknya diletakkan di tempat yang terlindungi dari sinar matahari langusng dan diberi alas misalnya plastik.

Popular Posts